Pagi Tadi, 5-10 Prajurit TNI Pantau Terminal Kampung Melayu

Dian Ihsan Siregar    •    Minggu, 02 Aug 2015 16:29 WIB
penganiayaan
Pagi Tadi, 5-10 Prajurit TNI Pantau Terminal Kampung Melayu
Foto: Ilustrasi/Metrotvnews.com

Metrotvnews.com, Jakarta: Kejadian pengeroyokan dua anggota TNI di Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur memberikan ketegangan yang luar biasa. Sebab, ada sekira 5-10 prajurit TNI yang datang jam setengah 5 pagi tadi.

"Mereka ngontrol doang, namanya teman mereka ada rasa pertemanan. Jadi mereka mantau doang," kata Ali Salah satu ‎warga dan sekaligus tukang ojek, ketika ditemui di Terminal Kampung Melayu, Jakarta, Minggu (2/8/2015).

Dia menjelaskan, beberapa prajurit itu hanya memantau lokasi setelah mengetahu teman-temannya dikeroyok. Tidak ada tindakan kekerasan yang mengakibatkan kerusuhan‎.

Masalah kericuhan ini kata Ali, belum ada yang memediasi antara pihak sopir yang terlihat dan TNI. Sehingga masalah ini belum jelas, paling tidak sudah ada reaksi yang baik dari kepolisian agar oknum yang memukuli dua prajurit TNI itu tertangkap.

"Belum ada yang memediasi, yang meliput di sini juga masih jarang. Warga yang tahu dis ini juga pada diam, mereka bilang banyak tidak tahu. Memang masalah ini menimbulkan kekecewaan yang tinggi bagi prajurit TNI," jelas dia.

‎Sebagai informasi, dua prajurit TNI dikeroyok di Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur, Sabtu (1/8/2015) sekitar pukul 23.00 WIB. Kejadian ini bermula dari dua prajurit TNI yang juga korban mengendarai motornya di Jalan Otto Iskandar, (Otista). Namun, sebuah mikrolet 26 jurusan Kampung Melayu-Bekasi, tiba-tiba memutar balik di lampu merah Asia Makmur, dan menabrak motor dua anggota TNI yang berinisial AW dan IL.

Setelah itu, dua prajurit melakukan pemeriksaan kelengkapan surat sang sopir mikrolet, lantaran tidak ada dokumen, sang sopir mengarahkan dua anggota TNI ke terminal Kampung Melayu kemudian meneriakinya maling.


(MBM)