Tambang Batu Bara Senilai 600 Juta Dolar Australia Dijual di Bawah USD1

Arif Wicaksono    •    Minggu, 02 Aug 2015 21:26 WIB
batu bara
Tambang Batu Bara Senilai 600 Juta Dolar Australia Dijual di Bawah USD1
Tambang Batu Bara ANT/Yusran

Metrotvnews.com, Sydney: Kabar buruk semakin menghantui industri batu bara. Hal ini terjadi setelah dua perusahaan menjual kepemilikan tambang batu bara dengan nilai satu dolar Australia atau USD0,73. Tambang batu bara ini untuk memproduksi cooking coal atau batu bara dari proses metalurgi yang biasa digunakan untuk produksi baja.

Dikutip dari Business Insider, Minggu (2/8/2015) tambang ini dimiliki perusahaan Jepang Sumitomo dengan kepemilikan sebesar 50 persen dengan nilai 430 juta dollar Australia atau USD314 juta dari valuasi total senilai USD628juta. Sumitomo dan mitranya perusahaan asal Brasil, Vale menyepakati penjualan tambang tersebut ke perusahaan Stanmore Coal dengan harga yang minim.  

Sumitomo dan Vale juga membayar calon pembeli yang siap menanggung beban tambang perusahaan tersebut. Termasuk di dalamnya biaya perbaikan infarstruktur dan biaya belanja modal.

Stanmore akan mendapatkan hal ini karena dibutuhkan biaya sekitar 32 juta dolar australia atau USD23,5 juta untuk melakukan rehabilitasi padahal harga cooking coal semakin menyusut karena kelebihan pasokan.

Stanmore’s Managing Director Nick Jorss, menuturkan membeli tambang batu bara memberikan risiko tersendiri karena tambang tersebut sudah lama tutup. Dia menuturkan akan membangun kembali tambang Isaac Plains di awal 2016 dengan kapasitas produksi menjadi 1,1 metrik ton (mt) per tahun.

“Kita sedang bekerja keras untuk mengemblikan operasi tambang untuk melawan tantangan dalam pasar batu bara yang sedang sulit,” kata dia.
 
 



(SAW)