Panwaslu Kendal Akan Tindak Tegas PPDP Nakal

Iswahyudi    •    Senin, 03 Aug 2015 11:17 WIB
pilkada serentak
Panwaslu Kendal Akan Tindak Tegas PPDP Nakal
Foto: Ketua Panwaslu Kabupaten Kendal Supriyadi/MTVN_Iswahyudi

Metrotvnews.com, Kendal: Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, akan menindak tegas Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) yang menyalahgunakan data dalam pencocokan dan penelitian (coklit) daftar pemilih. Ini terkait temuan adanya PPDP yang enggan turun ke lapangan guna coklit daftar pemilih.

Sejumlah oknum PPDP yang enggan turun ke rumah-rumah warga untuk coklit daftar pemilih itu menggunakan data lama dari Pilkada sebelumnya. Ketua Panwaslu Kabupaten Kendal Supriyadi mengatakan pihaknya akan mengawasi kinerja PPDP yang nakal.

"Kendala pada saat pemutakhiran data yaitu adanya beberapa PPDP yang tidak terjun langsung ke rumah-rumah warga. Apabila terjadi, ditakutkan dapat membuat data pemilih menjadi tidak valid, sehingga kami akan menegur apabila ditemukan PPDP yang seperti ini," kata Supriyadi di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Senin (3/8/2015).

Panwaslu sendiri masih mengawasi pencalonan dan pemutakhiran data pemilih. Coklit data pemilih sendiri sudah dilakukan sejak Senin (27/7/2015) hingga Rabu (19/8/2015). Panwaslu akan melaporkan ke Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi setiap pekan.

"PPDP di Kabupaten Kendal secara keseluruhan berjumlah 1.785 orang, sesuai dengan jumlah TPS. Mereka nantinya melakukan Coklit, satu TPS satu PPDP. Namun, hingga saat ini, kami baru melakukan sampling di masing-masing desa yang berjumlah 286 desa, dengan melibatkan dua orang PPDP atau Panitia Pemungutan Suara (PPS) untuk per desanya," ujarnya.

Sementara, salah seorang warga Gemuh, Kendal, Kholid mengaku belum pernah didata PPDP dalam Coklit daftar pemilih. Sementara tetangganya sudah didata.

"Ini aneh. Hingga saat ini saya beserta keluarga belum pernah dicoklit. Padahal, tante saya yang tinggal di sebelah rumah, sudah dicoklit. Kok bisa petugasnya sampai melewatkan untuk mendata saya dan istri di rumah? Kalau kinerja PPDP seperti ini, bisa-bisa nanti akan terjadi kesalahan pendataan," kata Kholid.

(Foto: Sticker yang menunjukkan bahwa rumah warga itu sudah terdaftar sebagai pemilih pada Pilkada serentak Desember 2015/MTVN_Iswahyudi)
Kholid mengaku khawatir data pemilih nantinya tidak sesuai saat pemungutan suara pada Pilkada serentak digelar. Ia pun mengaku khawatir data pemilih yang lama disalahgunakan.

"Saya khawatir, ibu saya yang telah meninggal dunia, nantinya akan ikut terdata kembali, apabila mereka tidak memperbarui Coklitnya atau hanya berpedoman pada data lama," ujarnya.


(TTD)

Tim Dokter Pastikan Kondisi Setnov Mampu Jalani Sidang

Tim Dokter Pastikan Kondisi Setnov Mampu Jalani Sidang

45 minutes Ago

Terdakwa kasus korupsi ktp-el Setya Novanto menjalani sidang perdana. Dalam sidang tersebut, ti…

BERITA LAINNYA