Alat Kelamin Pemuda Dipotong Teman Kencan

   •    Selasa, 14 May 2013 17:05 WIB
 Alat Kelamin Pemuda Dipotong Teman Kencan
MI

Metrotvnews.com, Tangsel: AM, 21, warga Bojong Sari, Sawangan, Kota Depok meratapi sisa hidupnya.

Pasalnya, dirinya harus rela kehilangan alat kelamin sampai pangkal yang diketahui dilakukan teman kencannya.

Saat dimintai konfirmasi, Kapolsek Pamulang Komisaris Polisi Muhammad Nasir membenarkan adanya peristiwa naas tersebut.

Menurut laporan, lokasi terjadi di Jalur Pipa Gas, jalan DR Setia Budi, Pamulang Timur, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Selasa (14/5) sekitar pukul 05.00 WIB.

"Kami baru menerima laporan dari pihak keluarga sembari menunggu visum dari pihak rumah sakit," terangnya.

Korban belum dapat dimintai keterangan lantaran kondisinya yang belum memungkinkan. Petugas juga masih mengumpulkan informasi lewat keterangan saksi-saksi di sekitar lokasi kejadian.

"Kasusnya akan terus kami dalami guna melakukan pengejaran kepada pelaku. Belum diketahui secara persis teman kencan korban, bisa Waria atau perempuan," ujarnya.

Saat dijumpai Media Indonesia di Rumah Sakit Umum (RSU) Kota Tangsel, Arah, 36, ibu korban awalnya mengaku kaget mendengar kejadian yang menimpa anaknya. Dengan kondisi berlumuran darah, sebelum dibawa ke rumah sakit korban sempat dibawa warga ke Puskesmas Pamulang.

"Saya ngga bisa ngomong apa-apa, kalau pelaku tertangkap saya mau dia dihukum yang setimpal," cetusnya.

Terkait keseharian korban, Arah menuturkan kalau anaknya tidak memperlihatkan kegiatan-kegiatan yang menyimpang. Namun, tidak dipungkirinya terkadang korban sering pamit keluar malam dengan alasan berkunjung ke rumah temannya.

"Dia (korban) tidak sering nongkrong-nongkrong dengan temannya dan anak saya juga lulusan Pondok Pesantren di Pamulang," ungkapnya.

Sementara, Dokter Spesialis Bedah Umum pada RSU Kota Tangsel, Muhammad Mursal menceritakan, saat sampai di rumah sakit korban dalam kondisi sadar. Sekitar pukul 10.00 WIB, pihak rumah sakit langsung melakukan penyelamatan stabilisasi untuk pencegahan luka yang makin parah.

"Selama di Puskesmas, hanya dilakukan langkah penyumbatan pada luka agar tidak terjadi pendarahan serius. Pasien agak siang sampai rumah sakit karena harus mengurus rujukan terlebih dahulu mengingat yang bersangkutan merupakan pasien Jamkesmas," jelasnya.

Dari luka yang diderita, Mursal menerangkan, korban harus menderita putus hingga pangkal alat kelamin akibat benda tajam. Untuk langkah penyambungan alat kelamin sendiri tidak mungkin dilakukan melihat minimnya alat yang tersedia.

Ditambahkannya, kalaupun memang harus dilakukan penyambungan alat kelamin, hal itu tidak dapat dilakukan lebih dari 8 jam pascamusibah. Sebab, dalam jangka waktu tersebut sudah dipastikan telah terjadi pembusukan organ.

"Pembedahan seperti demikian sangat riskan, karena jaringan otot yang ada sangat kecil. Untuk dapat berfungsi normal kembali juga tidaklah mungkin," tandasnya.

Menurut Agus, 38, salah satu warga di sekitar Jalur Pipa Gas, Pamulang, sekitar lokasi kejadian sudah menjadi rahasia umum biasa dijadikan tempat mangkal beberapa Waria. Titik-titik mangkal sekitar pinggir jalan yang agak gelap.

"Biasa para waria di sini mulai keluar mulai pukul 11-12 malam," paparnya. (Deni Aryanto)