KJP Disalahgunakan, Ortu Diminta Tak Ajari Anak Menipu

Wanda Indana    •    Senin, 03 Aug 2015 14:57 WIB
kjp
KJP Disalahgunakan, Ortu Diminta Tak Ajari Anak Menipu
Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Syaiful Hidayat. (Foto: MI/Arya Manggala)

Metrotvnews.com, Jakarta: Orang tua yang menyalahgunakan dana Kartu Jakarta Pintar (KJP) untuk keperluan lain dinilai mengajari anaknya menipu dan bagian dari korupsi. Pemerintah DKI Jakarta akan menelusuri rekening pemegang KJP melalui Bank DKI dan mempidanakan pelaku.
 
Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengatakan, banyak penerima bantuan KJP yang menyalahgunakan anggaran pendidikan untuk membeli kebutuhan di luar keperluan sekolah.
 
"Bukan cuma buat karaoke, buat beli bensin sampai Rp700 ribu untuk mobil, perlengkapan alat rumah tangga. Semua transaksi ketahuan. Kami sudah minta dilacak siapa pemegang KJP, penggunanya siapa, kenapa disalahgunakan. Kalau perlu dicabut dan dipidanakan," kata Djarot di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (3/8/2015).
 
Menurutnya, penyalahgunaan KJP sama dengan penipuan dan korupsi. "Ini kan sudah penipuan. Orangtua jangan ajarkan anak menipu. Ini sama saja korupsi, jangan main-main, KJP itu menggunakan uang negara," tegasnya.
 
Pemprov DKI akan mengevaluasi daftar penerima KJP. Seleksi penerima KJP juga  bakal diperketat. "Nomor-nomor (penerima KJP) itu akan diketahui. Kalau disalahgunakan kan percuma, ini bukan buat anaknya, tapi orang tuanya," katanya.
 
Data Bank DKI memperlihatkan jumlah transaksi dan nilai rupiah menggunakan KJP di beberapa toko yang tidak menjual keperluan pendidikan, seperti karaoke, toko emas, restoran, SPBU, dan toko elektronik. Nilai yang digunakan mencapai Rp700 ribu per orang.


(FZN)