Penunggak Pajak Asal Purwokerto Dijebloskan ke Penjara

Pythag Kurniati    •    Senin, 03 Aug 2015 15:13 WIB
pajakpenjara
Penunggak Pajak Asal Purwokerto Dijebloskan ke Penjara
Jumpa pers oleh DJP Jateng II Kota Surakarta mengenai penungak pajak. Foto: MTVN/Pythag

Metrotvnews.com, Surakarta: Tidak ada iktikad baik membayar pajak, seorang wanita berinisial DW yang berdomisili di Purwokerto dijebloskan ke penjara. DW mempunyai tunggakan utang pajak sebesar Rp3,9 miliar.

"Karena dianggap mampu, namun tidak bersedia melunasi (pajak) akhirnya kami dan Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Purwokerto menyandera (gijzeling) DW," kata Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jawa Tengah II, Yoyok Satiotomo, di kantornya, di Manahan, Solo, Jawa Tengah, Senin (3/8/2015).

Penyanderaan dilakukan di Purwokerto, 30 Juli, bekerja sama dengan kepolisian dan petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Banyumas. Saat ini DW ditahan di Lapas Banyumas.

“Selama bertahun-tahun kita sudah persuasif. Penyaderaan ini merupakan salah satu bentuk tindakan penegakan hukum pajak oleh Ditjen Pajak,” ungkap Yoyok.

Penyanderaan DW, menurut Yoyok, sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 1997 dan telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2000 tentang Penagihan Pajak dan Surat Paksa.

UU itu menyebutkan penyanderaan dapat dilakukan jika penanggung pajak memiliki utang pajak sekurang-kurangnya Rp100 juta dan penanggung pajak tidak memiliki iktikad baik untuk melunasi.


(UWA)