Sembilan Penyebab Utama Inflasi Juli Tinggi

Suci Sedya Utami    •    Senin, 03 Aug 2015 15:15 WIB
inflasi
Sembilan Penyebab Utama Inflasi Juli Tinggi
Kepala BPS Suryamin (kanan) (MI/GRANDYOS ZAFNA)

Metrotvnews.com, Jakarta: Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat setidaknya terdapat sembilan penyebab utama dari terjadinya inflasi di Juli 2015 yang berada di posisi 0,93 persen. 

Kepala BPS Suryamin menjelaskan, sembilan penyebab utama yang dimaksudkan yakni pertama kenaikan tarif angkutan udara yang mencapai 24,4 persen dengan andilnya terhadap inflasi yakni 0,2 persen. Hal ini terjadi karena berkaitan dengan momen Idul Fitri di mana ada dua waktu yakni arus mudik dan arus balik Lebaran yang sama-sama jatuh di Juli. Kenaikan tertinggi di Pontianak sebesar 72 persen dan Pangkalpinang 70 persen.

Kedua yakni tarif angkutan yang kenaikan harganya mencapai 11,8 persen dengan andil 0,1 persen, di mana kenaikan tertinggi terjadi di Cirebon 42 persen dan Purwokerto 36 persen. Ketiga, ikan segar yang kenaikan harganya 3,05 persen dengan andil inflasi 0,09 persen karena pengaruh cuaca. 

Keempat, kenaikan harga daging ayam ras mencapai 6,19 persen dengan andil 0,08 persen karena permintaan meningkat saat ramadan dan Lebaran. Kenaikan harga tertinggi di Cilacap dan Bukit Tinggi masing-masing 22 persen dan Tangerang 18 persen.

"Kelima, yakni cabai merah dengan kenaikan harga 14,36 persen dengan andilnya terhadap inflasi 0,08 persen, dikarenakan permintaan meningkat. Tertinggi kenaikan di Sampit 72 persen, dan Tanjung Pandan 58 persen," kata Suryamin, di Gedung BPS, Jakarta Pusat, Senin (3/8/2015).

Keenam, beras yang mengalami kenaikan harga 0,68 persen dengan andil terhadap inflasi 0,03 persen karena pasokan yang sudah mulai berkurang seiring datangnya musim kemarau. Kenaikan tertinggi di Bandung dan Bulukumba masing-masing empat persen, serta Bekasi dan Pangkalpinang masing-masing tiga persen.

Ketujuh, daging sapi yang perubahan harganya mencapai 4,76 persen namun andilnya 0,03 persen. Kenaikan tertinggi di Depok 14 persen dan Lubuk Linggau 12 persen. Kedelapan, cabai rawit yang harganya mengalami kenaikan 30,16 persen dengan andil 0,03 persen terjadi di Sumenep 99 persen dan Semarang 87 persen.

"Dan terakhir tarif kereta api yang mengalami kenaikan 6,94 persen, dengan andilnya 0,02 persen, karena permintaan jasa kereta api meningkat. Paling tinggi di  Cirebon 40 persen, dan Semarang 24 persen," terang dia.

Selain penyebab, lanjut Suryamin, ada pula yang menjadi penghambat inflasi atau faktor yang menjadikan deflasi yakni turunnya harga bawang merah sebesar 14,77 persen dengan andil terhadap inflasi -0,08 persen. Penurunan terbesar di Pare-Pare 38 persen dan Kupang 34 persen. 

Selain itu, masih kata Suryamin, ada penurunan harga telur ayam ras 4,12 persen, dengan andil -0,03 persen terjadi di Kediri 14 persen dan Sorong 12 persen. "Lalu tomat sayur, tomat buah, emas perhiasan dan tarif Jalan tol karena diskon andil terhadap inflasinya masing-masing -0,01 persen," pungkas dia.


(ABD)

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

1 day Ago

Pengacara terdakwa kasus korupsi KTP-el Setya Novanto, Maqdir Ismail menuding dakwaan milik KPK…

BERITA LAINNYA