Budaya Konsumsi Picu Investasi Ilegal

Usman Kansong    •    Senin, 03 Aug 2015 17:07 WIB
ojk
Budaya Konsumsi Picu Investasi Ilegal
Ilustrasi OJK -- ANTARA FOTO/Fanny Octavianus

Metrotvnews.com, Surabaya: Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kusumaningtuti S. Soetiono menegarai budaya konsumsi masyarakat Indonesia sebagai salah satu pemicu maraknya investasi ilegal.

Berbicara ketika memberi pengantar focus group discussion tentang Investasi Ilegal, Kusumaningtuti menjelaskan dewasa ini kelas menengah Indonesia mencapai 60 persen.

"Tetapi mereka lebih suka menggunakan uangnya untuk konsumsi daripada menabung," katanya di Surabaya, Senin (3/8/2015).

Budaya konsumsi itu, lanjut Kusumaningtuti, pada gilirannya memunculkan kultur spekulasi.  "Inilah yang dimanfaatkan perusahaan investasi ilegal," ucapnya.

Di sisi lain, baru 21,8 persen masyarakat yang melek keuangan. Itu artinya dari 100 orang Indonesia, hanya 21 orang yang memahami apa itu jada keuangan dan manfaatnya.

"Ketidaktahuan itu juga dimanfaatkan investasi keuangan," pungkas Kusumaningtuti.

OJK telah mengeluarkan 35 paket kebijakan yang salah satunya ialah edukasi masyarakat agar tidak tergiur dengan investasi ilegal atau yang lazim disebut investasi bodong itu.


(SAW)