Sempat Deadlock, Muktamar NU Akhirnya Melangkah ke Pleno

Nurul Hidayat    •    Senin, 03 Aug 2015 17:23 WIB
muktamar nahdlatul ulama
Sempat <i>Deadlock</i>, Muktamar NU Akhirnya Melangkah ke Pleno
Muktamirin bersiap mengikuti sidang pleno. Foto: MTVN/Nurul

Metrotvnews.com, Jombang: Sempat deadlock, Muktamar ke-33 Nahdlatul Ulama akhirnya melangkah ke Sidang Pleno, Senin (3/8/2015) sore. Enam sidang pleno yang sedianya rampung, Minggu 2 Juli, dihelat setelah pembahasan tata tertib dan anggaran dasar/anggaran rumah tangga (AD/ART) NU selesai.

Ada enam komisi yang akan menyelenggarakan sidang pleno. Keenam komisi ini sudah ditentukan panitia sesuai ketentuan yang ditetapkan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Pantuan Metrotvnews.com di Pondok Pesantren Mambaul Maarif Denanyar, Jombang, tempat berlangsungnya sidang komisi organisasi, para muktamirin sudah mulai berdatangan.

Wahyudi F. Dirun, salah satu muktamirin, mengatakan sidang komisi mundur dari jadwal. "Seharusnya sidang ini sudah selesai kemarin (Minggu 2 Juli), namun karena ada beberapa kendala baru bisa dilaksanakan pada hari ini," kata sekertaris Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Kalimantan Tengah ini, Senin (3/8/2015).

Wahyudi menambahkan, sidang komisi organisasi akan membahas sistem pemilihan model ahlul halli wal aqdi (ahwa) yang menjadi perdebatan pada pembahasan sidang tata tertib.

"Masalah Ahwa termasuk salah satu masalah yang penting yang akan kita bahas dalam pelaksanaan sidang organisasi," pungkasnya.

Berikut pembagian enam komisi sidang yang akan dilaksanakan serentak pada sore ini di empat pondok pesantren:
1. Sidang Komisi A membahas Bahtsul Masail ad Diniyah al Maudluiyyah, di Ponpes Bahrul Ulum (Tambak Beras).
2. Sidang Komisi B membahas Bahtsul Masail ad Diniyah al Waqiiyyah, di Ponpes Bahrul Ulum (Tambak Beras).
3. Sidang Komisi C membahas Bahtsul Masail ad Diniyah al Qununiyah, di Ponpes Bahrul Ulum (Tambak Beras).
4. Sidang Komisi D membahas AD/ART, di Ponpes Mamba’ul Ma’arif (Denanyar).
5. Sidang Komisi E membahas rencana kerja satu abad NU, di Ponpes Darul Ulum (Rejoso).
6. Sidang Komisi F membahas rekomendasi eksternal dan internal, di Ponpes Tebuireng.


(UWA)