Pilkada Surabaya 2015

Haris Purwoko 'Menghilang' karena tak Ingin Dianggap Calon Boneka

Amaluddin    •    Selasa, 04 Aug 2015 00:17 WIB
pilkada serentak
Haris Purwoko 'Menghilang' karena tak Ingin Dianggap Calon Boneka
Haris Purwoko sedang menerima telepon sebelum menghilang dari KPU Surabaya, MTVN- Amaluddin

Metrotvnews.com, Surabaya: Haris Purwoko, calon wakil wali kota yang akan mendampingi Dhimam Abror memastikan dirinya tak akan kembali ke kantor KPU Surabaya, Jawa Timur, setelah 'menghilang' beberapa jam. Sikapnya itu dikabarkan menjadi alasan pilkada di Surabaya ditunda hingga 2017.

"Saya tidak ingin dianggap calon boneka, makanya saya mundur dan saya pastikan tidak akan kembali lagi ke KPU," ujar Haris, saat dikonfirmasi melalui sambungan selulernya, Senin (3/8/2015).

Haris mengaku 'menghilang' bukan tanpa alasan. Ia gerah lantaran ada anggapan dirinya merupakan calon boneka pesaing pasangan Tri Rismaharini dan Whisnu Sakti Buana.

"Selain anggapan calon boneka. Saya juga mendapat telpon dari ibu saya dan beliau menyuruh saya mundur dari pencalonan. Maka itu saya pastikan pilkada di Surabaya mundur sampai 2017," ujarnya.

Saat ditanya apakah ada intervensi dari pihak lain? Haris tak banyak berkomentar terkait perihal tersebut. Dia hanya mengatakan bahwa apa yang dilakukannya murni karena mematuhi keinginan ibu dan keluarganya.

"Tidak ada intervensi manapaun. Ini murni keinginan saya, bukan karena ada faktor lain," tandasnya.

Sebelumnya, Haris Purwoko sebagai calon wakil wali kota Surabaya mendadak mendapat telepon. Sesaat seteh duduk bersama pasangan calo wali kota Surabaya, Dhimam Abror, Haris mendadak keluar ruangan. Namun Haris tak kunjung muncul setelah ditunggu komisioner KPU untuk menyelesaikan tanda tangan pernyataan kesiapan sebagai calon wakil wali kota Suranaya.

Berdasarkan informasi yang beredar di kalangan media, mundurnya Haris Purwoko diduga ada kaitannya dengan pilkada yang terjadi di Pacitan dan Blitar. Kedua daerah itu muncul calon tunggal yang diusung Partai Demokrat.



(RRN)