Kemendag Atur Strategi Perkuat Posisi RI sebagai Produsen Kakao Dunia

Eko Nordiansyah    •    Selasa, 04 Aug 2015 10:47 WIB
kakao
Kemendag Atur Strategi Perkuat Posisi RI sebagai Produsen Kakao Dunia
Ilustrasi -- FOTO: MI/AMIRUDDIN ABDULLAH REUBEE

Metrotvnews.com, Jakarta: Kementerian Perdagangan bekerja sama dengan International Cocoa Organization (ICCO) menyelenggarakan seminar Cocoa on Futures Markets and Econometric Modeling sebagai upaya meningkatkan kapasitas pemahaman para pembuat kebijakan dan pemangku kepentingan di rantai pasok global kakao.

Acara yang diselenggarakan di Kuta, Bali, pada 3-6 Agustus 2015, juga sebagai upaya untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai produsen kakao terbesar ke-3 di dunia setelah Pantai Gading dan Ghana.

"Pemahaman mengenai pasar berjangka kakao (cocoa futures markets) dan pemodelan ekonometrik di pasar kakao (econometric modeling of the cocoa market) ditingkatkan melalui seminar ini," ujar ungkap Direktur Jenderal Kerja Sama Perdagangan Internasional (KPI) Kemendag Bachrul Chairi, dalam keterangan tertulis, Selasa (4/8/2015).

Dirinya menambahkan, kakao memberikan kontribusi yang besar bagi perekonomian Indonesia. Jumlah produksi kakao pada 2014 mencapai 700 ribu ton dengan nilai ekspor sebesar USD1.244,5 juta.

"Untuk itu kita perlu memanfaatkan program-program peningkatan kapasitas semacam ini untuk menjaga dinamika pasar di dalam negeri. Kegiatan semacam ini juga menjadi ajang para pemangku kepentingan kakao, dari sektor hulu (produksi) sampai hilir (pasar) untuk berinteraksi dan saling meningkatkan jaringan bisnis," jelas dia.

Adapun, dua isu penting yang menjadi pembahasan seminar yaitu peran dan fungsi pasar berjangka kakao, serta pemodelan ekonometrik kakao dunia. Pada sesi pertama mengenai pasar berjangka kakao, peserta seminar mendapatkan pengetahuan tentang cara memperhitungkan risiko operasional dan pasar yang dihadapi dalam rantai pasok kakao.

Sedangkan pada sesi kedua seminar, dibahas tentang model ekonometrik kakao dunia. Kajian isu-isu dan aspek teknis yang terkait dengan pemodelan ekonometrika ekonomi kakao dunia dibahas termasuk pemodelan ekonomi kakao di masing-masing negara produsen kakao.


(AHL)