Sejumlah Surat Izin Impor Disita Dari Kantor Ditjen Daglu

Renatha Swasty    •    Selasa, 04 Aug 2015 12:00 WIB
suap di kemendag
Sejumlah Surat Izin Impor Disita Dari Kantor Ditjen Daglu
Polisi saat menggeledah Kementerian Perdagangan, Senin (4/82015). Foto: Immanuel Antonius/MI

Metrotvnews.com, Jakarta: Satgas Khusus Polda Metro Jaya menyita surat perizinan impor dari sejumlah perusahaan. Surat-surat itu didapatkan setelah satgas yang menyidik kasus dugaan suap bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Priok kembali menggeledah kantor Kementerian Perdagangan, kemarin.   

Penyidik menggeledah sejumlah ruangan di Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan. "(Yang diambil) terkait masalah perizinan SPI (surat persetujuan impor)," kata Kepala Sub Direktorat V Tindak Pidana Korupsi, AKBP Ajie Indra saat dihubungi Metrotvnews.com, Selasa (4/8/2015).

Ajie membeberkan surat perizinan yang disita adalah surat yang diterbitkan Ditjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan untuk perusahaan importir. Penyidik menduga penerbitan surat ini menyalahi ketentuan.

"Jadi yang dikeluarkan terhadap perusahaan tidak sesuai prosedur," beber Ajie.

Ajie menuturkan polisi banyak menyita surat perizinan. Namun dia enggan mengungkap berapa surat yang dibawa ke kantornya. Dia juga tidak mau membeberkan perusahaan apa saja yang suratnya disita.

"Masih kita analisa," pungkas Ajie.

Kemarin penyidik Polda Metro Jaya kembali menggeledah kantor Kementerian Perdagangan. Penggeledahan itu adalah penggeledahan kedua. Sebanyak 30 penyidik diterjunkan.

Kasus ini sudah menyeret sejumlah pejabat Kementerian Perdagangan. Hingga kini, Polda Metro Jaya sudah menetapkan lima tersangka, yakni Partogi Pangaribuan, Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan (kini nonaktif); Imam Aryanta, Kasubdit Barang Modal Direktorat Impor Ditjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan; Musyafa, tenaga honorer di Ditjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan; Mingkeng, perantara; dan Lusia, juga diduga perantara.


(KRI)