Impor Jagung, Kementan Beri Hak Eksklusif ke Bulog

Ade Hapsari Lestarini    •    Selasa, 04 Aug 2015 12:33 WIB
kementan adsjagung
Impor Jagung, Kementan Beri Hak Eksklusif ke Bulog
Ilustrasi. FOTO: MI/Bagus Suryo

Metrotvnews.com, Jakarta: Direktur Jenderal (Dirjen) Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian (Kementan) Muladno Basar mengatakan, pemerintah menyetop sementara impor jagung yang dipakai untuk pakan ternak. Jika dibutuhkan untuk impor, hanya Perum Bulog yang mendapat wewenang untuk melakukannya.

"Akan ada aturan impor jagung termasuk untuk pakan ternak akan disetop sementara, sampai situasi betul-betul kondusif. Lalu nantinya, BUMN yaitu Bulog yang akan dimintai untuk mengimpor jagung," kata Muladno di Kementerian Pertanian, Jakarta, seperti diberitakan Selasa (4/8/2015).

Dia menjelaskan, kebijakan penghentian impor jagung ini alasannya karena saat ini produksi jagung Indonesia berlimpah bahkan bisa ekspor jagung ke Filipina.

"Kami mau enggak ada lagi berita impor jutaan ton ternyata bisa ekspor jagung. Dihentikan sementara ini sampai situasi kondusif, yakni harga di petani naik, hasil panen petani diserap semua (oleh pasar dalam negeri), dan tidak ada impor lagi," katanya.

Menurut Muladno, payung penghentian impor jagung akan ditetapkan melalui Instruksi Presiden. Pemerintah juga perlu melakukan verifikasi ketersediaan jagung nasional sebelum memutuskan membuka kembali keran impor jagung. Sebab, selama ini pemerintah merasa Indonesia terus melakukan impor jagung tanpa memerhatikan ketersediaan produksi jagung lokal.

"Tidak menghentikan tapi dipending dulu sampai jelas permasalahannya kok kita impor terus, jadi tidak disetop," ujarnya.

Terkait hak eksklusif yang diberikan ke Bulog guna melakukan impor jagung tersebut, lanjut Muladno, BUMN pangan tersebut memiliki tugas untuk stabilisasi harga bukan untuk menyaingi perusahaan yang sudah ada.

"Nantinya izin impor jagung ini akan diberikan lagi ke perusahaan. Jagung pada prinsipnya kami ingin ajak pengusaha untuk bermitra untuk tingkatkan perannya ke petani. Supaya tidak impor. Semua harus begerak dari petani, pengusaha, dan pemerintah," katanya.

Penghentian impor jagung ini juga berlaku bagi perusahaan yang kontraknya masih berjalan, namun demikian, Muladno tidak memberikan kepastian batas waktu penundaan impor jagung tersebut.

"Itulah semangat impor disetop mendadak. Ini dalam rangka mengendalikan impor. Impor jagung untuk semuanya, tidak hanya pakan. Akan diatur Inpres (Instruksi Presiden) pembatasan impor untuk tujuh komoditas strategis yaitu beras, jagung, kedelai, bawang, cabai, gula dan daging," paparnya.

Muladno menjelaskan, dampak terdekat dari kebijakan tersebut yaitu pasokan jagung impor yang sudah merapat di pelabuhan masuk, maka akan ada perlakuan khusus.

"Di rapat Menteri sampaikan jagung yang sudah mendarat dan akan dilepas (masuk), sedang dibahas apa tindakan lebih lanjut," tambahnya.


(AHL)