Ahok Ingin Pengendara Kapok Parkir di Pinggir Jalan

Wanda Indana    •    Selasa, 04 Aug 2015 12:59 WIB
parkir meter elektronik
Ahok Ingin Pengendara Kapok Parkir di Pinggir Jalan
Ilustrasi parkir liar pinggir jalan (Foto:MI/Arya)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sengaja membangun sistem parkir meter di pinggir jalan. Gubernur DKI Jakarta Basuki `Ahok` Tjahaja Purnama ingin mambuat pengendara kapok parkir di pinggir jalan, sehingga dapat mengurangi kemacetan.
 
"Betul, itu yang akan membuat orang taro (kendaraan) enggak pergi. Konsep parkir harusnya membuat orang kapok, enggak boleh lama. Kamu kalau di tengah kota parkir lama, itu masalah," kata Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (4/8/2015).
 
Mantan Bupati Belitung Timur itu menjelaskan, untuk sementara tarif parking on steet dikenakan Rp2 ribu untuk sepeda motor dan Rp5 ribu untuk mobil. Tarif progressif akan diberlakukan jika Terminal Perkir Elektronik (TPE) sudah memadai.
 
Ahok mengaku sudah memerintahkan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) DKI Heru Budi Hartono menyelengarakan lelang TPE. Ahok berharap, seluruh lokasi parkir pinggir jalan dilengkapi TPE dengan tarif progressif.
 
"Kalau sudah pasang sistem TPE seperti di Jalan Sabang, kita terapkan tarif progresif. Jadinya hitungannya per jam seperti di mal. Kami mau percepat lelang alat itu. Kalau sudah lelang langsung pasang," ujarnya.
 
Recananya, TPE ditempatkan di semua lokasi di dalam kota dengan tarif tinggi. Sehingga, pengendara enggan masuk ke dalam kota dan memilih parkir di pinggir kota.
 
"Logikanya, bagaimana membuat TPE ada di seluruh Jakarta. Parkir harus dibuat mahal. Kalau bertambah mahal, orang tidak mau masuk ke tengah kota, parkirnya akan di luar. Teorinya seperti itu,” katanya.


(FZN)