Pemerintah Sadar Harga Premium Jauh di Bawah Harga Keekonomian

Annisa ayu artanti    •    Selasa, 04 Aug 2015 13:09 WIB
premium
Pemerintah Sadar Harga Premium Jauh di Bawah Harga Keekonomian
Ilustrasi -- FOTO: MI/ BARY FATHAHILAH

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah, dalam hal ini, Kementerian Energi dan Sumber daya Mineral (ESDM) menyadari harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium yang dijual oleh PT Pertamina (Persero) masih jauh dari harga keekonomian karena sesuai kebijakan.

Menteri ESDM Sudirman Said mengaku jika pemerintah menyadari dan selalu memonitor harga BBM dengan kadar Research Octane Number 88 tersebut. Namun, untuk menjaga stabilitas perekonomian, menurutnta harga BBM Premium akan dipatok tetap di bawah harga keekonomian.

"Kami menyadari bahwa sejauh ini harga BBM Pertamina masih dijual di bawah harga keekonomian. Itu bukannya sesuatu yang bukan tidak kita monitor, karena kita memilih kebijakan melihat situasi daya beli masyarakat," kata Sudirman, usai menghadiri roundtable policy dialogue terkait kondisi perekonomian terkini, di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Selasa (4/8/2015).

Menurutnya, bila harga BBM tersebut disamakan dengan harga keekonomian maka akan berdampak pada stabilitas perekonomian Indonesia. Pasalnya, hampir banyak masyarakat Indonesia masih menggunakan BBM yang dibanderol dengan harga Rp7.400 per liter ini.

Lebih lanjut, dia menjelaskan kebijakan yang ada juga membantu para stakeholder atau pelaku usaha untuk bisa membuat dan mempunyai rencana (plan) yang lebih stabil.

"Juga membantu para pelaku usaha yang juga terkena tekanan ini untuk bisa punya plan yang stabil, dan pada waktunya kita akan lihat secara keseluruhan," jelas dia.

Selain itu, tambah dia, kebijakan ini tidak akan mengalami perubahan. Di mana pemerintah akan tetap konsisten dengan kebijakan yang ada. "Yang jelas melalui kebijakan subsidi itu tidak ada perubahan. Kita akan konsisten dengan kebijakan itu dan pada waktunya kita akan disesuaikan sebagaimana harga keekonomian," pungkas dia.


(AHL)