Pilkada Surabaya 2015

Pengamat: Barter Politik Terlihat di Surabaya

Amaluddin    •    Selasa, 04 Aug 2015 15:09 WIB
pilkada serentak
Pengamat: Barter Politik Terlihat di Surabaya
Ilustrasi pilkada, Metrotvnews.com

Metrotvnews.com, Surabaya: Sikap Haris Purwoko mundur dari pencalonan dirinya sebagai bakal calon wakil wali Kota Surabaya, Jawa Timur, mengindikasikan fenomena barter politik. Tak hanya Surabaya, fenomena serupa juga terjadi di dua kabupaten di Jawa Timur yaitu Pacitan dan Blitar.

"Barter politik di Surabaya memang terlihat," kata pengamat politik Umar Salahudin yang juga Koordinator Parlemen Watch Jawa Timur di Surabaya, Selasa (4/8/2015).

Indikasinya, kata Umar, PDI Perjuangan gagal mengusung calon dalam Pilkada Pacitan untuk menghadapi kandidat petahana dari Partai Demokrat. Di Surabaya, Partai Demokrat gagal mengusung calon untuk bertarung melawan petahana yang didukung PDI Perjuangan.

"Calon yang diusung bisa jadi juga calon boneka. Ini karena mereka mendaftar pada saat injury time. Ketika mereka ingin tidak dikatakan calon boneka, seharusnya pasangan itu sudah dipersiapkan jauh-jauh hari dan tidak mendaftar di saat detik-detik penutupan pendaftaran," kata Umar.

Umar menilai kondisi itu terjadi lantaran tataran elite partai belum menemukan kesepakatan untuk memenangkan Pilkada. Kesepakatan itu meliputi pendanaan dan kesungguhan mesin partai untuk memenangkan pemilihan.

Jadi, pasangan calon memilih mundur dari pada menanggung semua kesepakatan itu. Bila tak ada biaya pemenangan, pasangan calon berkampanye biasa-biasa saja. Dugaan keberadaan calon boneka semakin menguat.

"Memang biaya kampanye dan keperluan lain di Pilwali sudah dibantu pemerintah. Tapi kan ada biaya-biaya lain untuk pemenangan dan itu nilainya tidak kecil. Tinggal siapa yang akan menanggung itu. Tentunya calon boneka tidak akan mau," katanya.


(RRN)