Menkeu Tegaskan Pelemahan Rupiah Tidak Pengaruhi Fiskal

Suci Sedya Utami    •    Selasa, 04 Aug 2015 15:12 WIB
rupiah melemah
Menkeu Tegaskan Pelemahan Rupiah Tidak Pengaruhi Fiskal
Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Brodjonegoro menegaskan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) yang sempat mencapai level Rp13.500 per USD tidak memiliki risiko terhadap fiskal pemerintah.

Menurut Bambang, hal itu terjadi karena subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) telah dihapuskan dan mengurangi beban terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pengurangan itu memiliki dampak positif sehingga ruang fiskal bisa dikatakan memang aman.

Walau demikian, Bambang tak memungkiri bahwa pelemahan rupiah memiliki pengaruh terhadap pengembalian utang luar negeri, utamanya pengembalian bunga utang. Namun, kenaikan bunga utang bisa ditutupi dari adanya tambahan penerimaan negara di sisi migas.

"Dampak kurs itu menambah penerimaan dari migas. Kalau dari sisi belanja memang ada kenaikan bunga utang. Tapi selisihnya tambahan penerimaan masih lebih besar dari bunga utang," kata Bambang, dalam konferensi pers kondisi perekonomian terkini, di Kantor Bank Indonesia, Jakarta Pusat, Selasa (4/8/2015).

Ia menambahkan, pelemahan mata uang Garuda kali ini juga tidak akan membuat belanja pemerintah bengkak dalam membangun infrastruktur, di mana barang modal lebih banyak bersumber dari impor. Hal ini terjadi karena meski kurs turun namun harga baja di pasaran dunia juga sedang melemah sehingga tidak meresahkan kas negara.

"Saat ini ada pelemahan global, harga baja pun turun. Jadi baja yang dipakai untuk industri kita pun turun, sehingga belanja tak terganggu," pungkas dia.


(ABD)