Tingkatkan Kerja Sama Kepolisian, JK Soroti Masalah Terorisme

Dheri Agriesta    •    Selasa, 04 Aug 2015 15:40 WIB
terorisme
Tingkatkan Kerja Sama Kepolisian, JK Soroti Masalah Terorisme
Wakil Presiden Jususf Kalla (tengah) didampingi dengan Kapolri Jenderal Polisi Badrodin Haiti (kelima kanan) dan sejumlah kepala Kepolisian Asean. (Foto: Antara/Agung Rajasa)

Metrotvnews.com, Jakarta: Polisi antarnegara Asia Tenggara diminta kerja sama dan meningkatkan komunikasi untuk mengatasi kasus terorisme. Pasalnya, banyak kelompok garis keras yang mendapat sokongan dari negara tetangga untuk menciptakan konflik dalam negeri.
 
"Bagaimana konflik yang terjadi di Indonesia dengan mudah mendapat logistik dari masyarakat lain di negara tetangga. Dengan mudahnya mereka (teroris) menyeberang dari dan ke Indonesia. Ini karena kurangnya informasi di antara kita semua," kata Wakil Presiden Jusuf Kalla saat sambutan konferensi polisi se-ASEAN di Hotel Borobudur, Jalan Lapangan Banteng Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (4/8/2015).
 
Tak jarang, kata JK, teroris dari Indonesia menjadi pelatih teroris dan pemberontak di luar negeri. Oleh karena itu, kerja sama antarkepolisian di Asean sangat penting untuk mengatasi masalah ini.
 
Kerja sama semakin penting saat fokus Indonesia menggiatkan pengentasan illegal fishing yang menjadi salah satu program pemerintahan Jokowi-JK. Tindakan ini, kata dia, untuk menjaga lingkungan dan hasil laut agar tak terjadi tindakan yang tak diinginkan.
 
"Jangan terjadi over fishing dan juga eksploitasi kemanusiaan. Human traficking atau pelanggaran penyelundupan yang tidak sesuai dengan aturan masing-masing negara," ujarnya.
 
Wilayah Indonesia yang begitu luas membutuhkan kerja sama antarnegara untuk memberantas tindakan kriminal dan pelanggaran. JK berharap, seluruh instansi kepolisian di Asia Tenggara bekerja sama dan menjalankan tugas dengan baik.
 
Selain Wakil Presiden Jusuf Kalla, dalam konferensi polisi Asean itu juga hadir Kapolri Jenderal Badrodin Haiti dan Wakapolri Komjen Budi Gunawan bersama dengan pimpinan kepolisian se-Asean. Hadir pula Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Tedjo Edhy Purdijatno.
 


(FZN)