Banjir Telan Banyak Korban, Pemerintah Myanmar Mengaku Salah

Willy Haryono    •    Selasa, 04 Aug 2015 15:59 WIB
banjir bandang
Banjir Telan Banyak Korban, Pemerintah Myanmar Mengaku Salah
Banjir di Myanmar. (Foto: AFP / Sai Zaw)

Metrotvnews.com, Naypyidaw: Pemerintah Myanmar mengakui kurang sigap dalam merespon bencana banjir yang terjadi di hampir seluruh pelosok negeri. 

Banjir bandang dan tanah longsor di Myanmar yang diakibatkan hujan deras telah menewaskan sedikitnya 46 orang dan berdampak buruk bagi 215 ribu lainnya. 

Hujan kritik terhadap Pemerintah Myanmar, yang dipimpin beberapa mantan petinggi militer, bermunculan di media sosial. Mereka mengecam pemerintah yang dinilai terlalu meremehkan skala bencana dan tidak bergerak cepat di tengah krisis. 

"Respon pemerintah yang lemah terhadap bencana ini berujung pada kesalahpahaman mengenai usaha evakuasi korban," ucap seorang juru bicara pemerintah Myanmar, Te Htut, dalam surat kabar Global New Light of Myanmar, Selasa (3/8/2015). 

Myanmar telah mendeklarasikan empat negara bagian dan kawasan, yakni Rakhine, Chin, Sagaing dan Magway, sebagai "wilayah bencana nasional." Banjir dilaporkan mulai meluas ke wilayah selatan seiring terus meluapnya sejumlah sungai. 

Seorang reporter AFP melihat sekelompok tentara Myanmar yang menyalurkan bantuan ke Rakhine via helikopter. Petugas berusaha mencapai area terpencil yang sulit dijangkau karena terhalangnya akses darat. 

PBB memprediksi korban tewas akibat banjir di Myanmar dapat bertambah secara signifikan. 



(WIL)