Pengacara Dahlan: Kejati DKI Tak Bisa Apa-apa Lagi

Deny Irwanto    •    Selasa, 04 Aug 2015 16:26 WIB
dahlan iskan
Pengacara Dahlan: Kejati DKI Tak Bisa Apa-apa Lagi
Kuasa hukum Dahlan Iskan, Yusril Ihza Mahendra memberikan keterangan kepada wartawa seusai sidang putusan praperadilan mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (4/8). Dalam sidang tersebut, hakim tunggal Lendriyati Jan

Metrotvnews.com, Jakarta: Pengadilan Negeri Jakarta Selatan mengabulkan gugatan praperadilan mantan Direktur Utama PLN Dahlan Iskan atas penetapan status tersangka oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta. Pengacara Dahlan, Yusril Ihza Mahendra, mengatakan, penetapan status tersangka terhadap kliennya telah gugur dan Kejati DKI Jakarta tidak bisa melanjutkan penyidikan.

"Hakim memutuskan bahwa permohonan Dahlan dikabulkan seluruhnya. Juga dinyatakan hakim bahwa penetapan tersangka oleh Kejati DKI Jakarta selaku penyidik tidak sah. Dan segala akibat setelah penyidikan itu juga tidak sah. Jadi mulai hari ini tidak ada lagi yang bisa dilakukan Kejaksaan Tinggi DKI karena putusan ini sudah inkracht dan tidak ada lagi upaya banding dan kasasi," ungkap Yusril usai sidang di PN Jaksel, Jalan Ampera Raya, Selasa (4/8/2015).

Yusril menegaskan, sangkaan tindakan korupsi terhadap pembangunan 21 Gardu Induk (GI) di Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara Barat periode 2011-2013 yang ditujukan kepada kliennya tidak sah. "Jadi, sangkaan terhadap Dahlan tentang tipikor pengadaan gardu listrik itu sudah dinyatakan tidak sah oleh Pengadilan," tegas Yusril.

Seperti diketahui, hari ini PN Jaksel menerima gugatan praperadilan yang diajukan mantan Direktur Utama PLN Dahlan Iskan. Seiring dengan putusan tersebut, status tersangka yang disematkan oleh Kejati DKI Jakarta kepada Dahlan tidak sah.

"Permohonan pemohon diterima seluruhnya, penetapan tersangka terhadap pemohon (Dahlan) yang dikeluarkan termohon adalah tidak sah dan tidak berkekuatan hukum dan tindakan lain setelah putusan ini dinyatakan tidak sah," ucap hakim tunggal Lendriaty Janis di ruang sidang.


(SAN)