Mahar Politik Pilkada Serentak

PPATK Telusuri Rekening Keluarga Bakal Calon Kepala Daerah

Arga sumantri    •    Selasa, 04 Aug 2015 16:53 WIB
pilkada serentak
PPATK Telusuri Rekening Keluarga Bakal Calon Kepala Daerah
Bawaslu. Antara Foto/Agung Rajasa

Metrotvnews.com, Jakarta: Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) memastikan akan menindaklanjuti dugaan praktik mahar politik saat pilkada serentak tahun ini. Bawaslu akan menggandeng Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk menelusuri rekening orang-orang yang terkait calon kepala daerah.

"Pasti kami telusuri (praktik mahar politik). Karena masih ada keterbatasan dari jajaran pengawas pemilu, kami minta lembaga lain membantu," kata Ketua Bawaslu Nasrullah kepada Metrotvnews.com, Selasa (4/8/2015).

"PPATK juga diminta untuk menelusuri rekening dari keluarga para calon kepala daerah, pengurus partai, fungsionaris partai, serta badan pemenangan pilkada masing-masing partai," tambahnya.

Bawaslu juga bakal meminta keterangan dari calon kepala daerah yang mengaku mengetahui atau pernah diminta menyerahkan mahar politik. Keterangan itu akan menjadi pegangan Bawaslu untuk mengusut praktik mahar politik.

Bawaslu mengumumkan, ada enam temuan dugaan tindakan pelanggaran yang terjadi selama tahapan pendaftaran bakal calon kepala daerah.

1. Dugaan pemanfaatan fasilitas daerah dan negara oleh para bakal calon dari petahana.

2. Mobilisasi pegawai negeri sipil (PNS) dan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) oleh calon petahana (kasus ini disebut Bawaslu ada di beberapa kabupaten dan kota di Provinsi Sumatera Utara).

3. Dugaan praktik mahar politik di sejumlah daerah peserta Pilkada 2015.

4. Persoalan kepengurusan di beberapa partai politik yang menyebabkan munculnya persoalan saat pendaftaran bakal calon.

5. Polemik calon tunggal diduga sengaja dipelihara.

6. Dugaan ijazah palsu oleh bakal calon kepala daerah.


(TRK)

Eks Dirut PNRI Sempat Terdiam saat Ditanya Peran Andi Narogong

Eks Dirut PNRI Sempat Terdiam saat Ditanya Peran Andi Narogong

33 minutes Ago

Mantan Direktur Umum PNRI, Isnu Edhi Wijaya menjadi saksi dalam sidang lanjutan kasus korupsi K…

BERITA LAINNYA