LSM Ciliwung Klaim Warga Kampung Pulo Setuju ke Rusun

Wanda Indana    •    Selasa, 04 Aug 2015 17:51 WIB
basuki tjahaja purnamabantaran kali
LSM Ciliwung Klaim Warga Kampung Pulo Setuju ke Rusun
Suasana pemukiman yang menempati bantaran kali Ciliwung. (Foto:MI)

Metrotvnews.com, Jakarta: Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Ciliwung Merdeka mengklaim warga Kampung Pulo sepakat direlokasi ke rumah susun (rusun). Warga menyetujui tawaran Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama yang mau mengganti 1,5 kali dari luas lahan yang dibebaskan.
 
Ketua Ciliwung Merdeka Sandyawan Marsudi mengatakan, sebagian warga Kampung Pulo, khususnya RW 01 menerima tawaran Ahok direlokasi ke rusun Jatinegara Barat. "Tidak ada ganti rugi, namun DKI menyediakan sewa sementara, yaitu rusun Jatinegara Barat," kata Sandyawan di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (4/8/2015).
 
Pemprov DKI Jakarta manawarkan unit rusun atas nama pribadi bagi warga yang memiliki lahan bersertifikat. Syaratnya, warga harus mengisi perjanjian kontrak yang menyatakan bersedia direlokasi terlebih dahulu.
 
"Kalau mereka setuju, kami siapkan kontrak perorangan. Misalnya, kamu setuju ya tulis (kontrak). Karena belum tentu semua setuju, ada juga yang ingin dapat uang," kata Ahok.
 
Menurutnya, warga Kampung Pulo sudah lama tinggal di sana dan sudah terjadi transaksi jual beli tanah meskipun lahan itu milik Pemprov DKI. Banyak warga yang mencaplok bantaran Kali Ciliwung yang seharusnya dibangun jalan inspeksi.
 
"Lahan pinggir Kali Ciliwung dijual, walau tidak sah. Tentu kasus lahan Ciliwung yang sejarahnya sudah ratusan tahun, turun temurun, jual menjual, yang dulu masih bisa menopang orang tinggal sekarang gak bisa, harus dibuat khusus," ujarnya.


(FZN)