Semester I-2015

WIKA Baru Realisasikan Capex Rp601,71 Miliar

Dian Ihsan Siregar    •    Selasa, 04 Aug 2015 18:03 WIB
wijaya karya
WIKA Baru Realisasikan <i>Capex</i> Rp601,71 Miliar
Ilustrasi. FOTO: REUTERS/Beawiharta

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Wijaya Karya (Persero) telah merealisasikan dana belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp601,71 miliar di semester I-2015. Angka itu setara 34,68 persen dari total sebesar Rp1,74 triliun di tahun ini.

"Dana capex sudah tergunakan 34,68 persen, dari total capex Rp1,74 triliun di 2015," kata Corporate Secretary Wijaya Karya Suradi‎ dalam siaran persnya, Selasa (4/8/2015).

Dia menuturkan, ‎dana capex 2015 terdiri dari capex induk usaha sebesar Rp952,2 miliar, sedangkan sisanya untuk anak perusahaan sebesar Rp782,97 miliar.‎ Komposisi capex induk terdiri dari pengembangan usaha senilai Rp95,75 miliar, akuisisi dan penyertaan senilai Rp431,7 miliar, dan investasi aset tetap senilai Rp424,75 miliar.

Sepanjang enam bulan pertama tahun ini, penjualan perseroan tidak termasuk penjualan proyek kerja sama operasi (KSO) mencapai Rp4,78 trilun, atau melemah 18,29 persen bila dibandingkan periode yang sama di 2014.

Hingga semester satu tahun ini, beberapa proyek infrastruktur yang telah dijalankan perseroan antara lain Bendungan Keureto Aceh, Bendungan Passeloreng Wajo Sulawesi Selatan, Bendungan Karian Banten dan Bendungan Logung Jawa Tengah serta proyek-proyek jalan tol seperti jalan Tol Gempol-Pandaaan, Tol Soroja dan Jalan Tol Solo-Kertosono termasuk proyek Mass Rapid Transit (MRT) dan Proyek Sudetan Kali Ciliwung ke Kanal Banjir Timur yang belum dapat memberikan kontribusi maksimal pada pendapatan Perseroan pada semester-I ini, karena baru akan terealisasi pada akhir 2015.

Meski demikian, perseroan tetap optimistis dapat mencapai target, karena komposisi perolehan kontrak baru WIKA di 2015 ditargetkan terbesar dari pemerintah sebesar 52,02 persen, kemudian BUMN 22,17 persen dan swasta 25,21 persen. WIKA juga berharap agar pelelangan dan pelaksanaan proyek infrastruktur power plant 35.000 mw dapat dipercepat sehingga dapat berkonstribusi aktif baik sebagai kontraktor EPC maupun investor.


(AHL)

KPK Bakal Pelajari Pernyataan Miryam

KPK Bakal Pelajari Pernyataan Miryam

1 day Ago

Miryam S. Haryani yang menyebut ada pertemuan anggota Komisi III DPR dengan pejabat KPK setingk…

BERITA LAINNYA