Polda Papua Ogah Tanggapi Pernyataan Aiptu Labora

- 16 Mei 2013 14:33 wib
Metro tv/rj
Metro tv/rj

Metrotvnews.com, Jakarta: Kepolisian Daerah Papua menolak menanggapi pernyataan Aiptu Labora Sitorus yang mempertanyakan penetapan status tersangkanya atas kasus penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan rekening gendut.

"Tidak ada komentar dari saya terkait penjelasan LS," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Papua Komisaris Besar Setyo Budiyanto saat dihubungi Metrotvnews.com, Rabu (15/5).

Dalam wawancara eksklusif bersama reporter Metro TV Desi Fitriani, Rabu (15/5) malam, Labora Sitorus mengaku heran dirinya ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Papua. Ia juga mengaku usaha BBM-nya memiliki kelengkapan administrasi, namun dinyatakan tidak ada oleh institusinya tersebut.

"Sesuai hasil pemeriksaan sebenarnya administrasi lengkap, tapi polisi bilang nggak ada. Saya dipanggil (sebagai) tersangka karena menjual BBM tanpa memiliki izin niaga di atas kertas, sementara izin itu lengkap," jelas Labora Sitorus.

Labora juga mengaku ketakutan dengan gerakan-gerakan yang dilakukan Polda Papua. Namun, anggota Polres Sorong, Papua, tidak menjelaskan lebih rinci gerakan yang dimaksud.

Polda Papua menetapkan Labora sebagai tersangka. Dia diduga terlibat kasus penimbunan ribuan BBM dan kayu ilegal oleh dua perusahaan.

"Ada dugaan bahwa pemilik dari dua perusahaan itu dan yang aktif menggerakkan adalah LS. Itu yang sedang didalami dan dikumpulkan bukti-bukti," kata Setyo.

Kasus ini mencuat setelah Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menemukan transaksi keuangan mencurigakan senilai Rp900 miliar di rekening Labora Sitorus. Dalam waktu lima tahun, transaksi keuangan Labora disebut mencapai Rp 1,5 triliun.

()

Puluhan Orang Desak Rapimnas PPP Bubar

20 April 2014 00:10 wib

MASSA yang menggunakan helm itu langsung merangsek masuk ke lantai tiga kantor DPP PPP tempat Rapimnas…