Napi Anak Dilindungi dengan 10 Poin Ini

Roni Kurniawan    •    Selasa, 04 Aug 2015 19:22 WIB
narapidana
Napi Anak Dilindungi dengan 10 Poin Ini
Warga binaan Lapas Anak Tangerang membuat miniatur perahu dari koran bekas di ruang belajar Lapas Anak Putra, Tangerang, Banten, Kamis (7/11). Foto: Antara/Muhammad Iqbal

Metrotvnews.com, Bandung: Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) mencetuskan sepuluh prinsip pembinaan bagi narapidana anak.

Sepuluh poin itu tercetus saat menggelar konferensi bertema "Perubahan Sistem Perlakuan terhadap Anak Berhadapan dengan Hukum yang Ramah Anak Berbasis Budi Pekerti", di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Anak, di Jalan Arcamanik, Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (4/8/2015).

Sekretariat Jenderal Kemenkumham, Bambang Rantam, mengatakan sepuluh poin itu sebagai upaya memberikan perlakuan layak bagi anak yang berada di lapas dan rutan. "Sepuluh poin ini sudah kita sosialisasikan," kata Bambang.

Kesepuluh prinsip itu ditandatangani perwakilan dari berbagai unsur, di antaranya penegak hukum di wilayah Bandung Raya, Anggota DPR RI, pemerhati anak, serta pejabat di Kemenkumham.

Berikut sepuluh prinsip pembinaan bagi anak di lapas dan rutan:
1. Anak adalah amanat dari Tuhan dan generasi penerus bangsa yang wajib mendapatkan kesempatan luas tumbuh dan berkembang optimal.
2. Penahanan dan penjatuhan hukum pidana penjara pada anak merupakan upaya terakhir yang dilakukan.
3. Tujuan sistem pembinaan dan pembimbingan anak adalah keadilan yang berbasis budi pekerti.
4. Pemberian pidana penjara bukan bentuk balas dendam dari negara.
5. Selama menjalankan bimbingan dan pembinaan anak tidak boleh diasingkan dari lingkungan keluarga.
6. Anak berhak mendapat perlindungan dari kekerasan dan bentuk diskriminasi lainnya. Sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan.
7. Pendidikan merupakan intisari pembinaan dan bimbingan bagi anak dalam meningkatkan kesejahteraan intelektual, emosional, dan spiritual.
8. Pembinaan dan bimbingan anak wajib diarahkan agar bisa segera dikembalikan ke keluarga dan masyarakat.
9. Negara menjamin perlindungan dan hak anak melalui penyediaan sumber daya dan sarana yang ramah anak.
10. Pembinaan terhadap anak dilakukan secara sinergi antara pembimbing di lapas dan keluarga.


(UWA)