Temui Mendag, Jepang Siap Investasi Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Suryopratomo    •    Selasa, 04 Aug 2015 19:23 WIB
kereta cepat
Temui Mendag, Jepang Siap Investasi Kereta Cepat Jakarta-Bandung
Kereta shinkansen di Jepang. ILUSTRASI JAPAN OUT AFP PHOTO / JIJI PRESS

Metrotvnews.com, Tokyo: Pemerintah Jepang menawarkan pembangunan kereta api cepat Jakarta-Bandung sebagai bagian pembangunan perkeretaapian di Indonesia. Pembangunan Shinkansen merupakan bagian pembangunan kereta api cepat di Asia.

Penasehat Khusus PM Jepang, Hiroto Izumi menyampaikan hal tersebut ketika menerima kunjungan Menteri Perdagangan Rachmat Gobel di Tokyo, Jepang, Selasa (4/8/2015).

Mendag didampingi Wakil Dubes Ben Perkasa Drajat dan Staf khusus Chris Kanter dan Gusmardi Bustami. Izumi yang sebelumnya bertemu Presiden Joko Widodo di Jakarta menjelaskan, Jepang ingin sekali membangun partnership bersama Indonesia dalam pembangunan kereta api cepat.

Jepang memiliki pengalaman 50 tahun dalam pembangunan Shinkansen dan tanpa pernah ada kecelakaan sekali pun. Tingkat keterlambatan pun sangat rendah yaitu hanya satu menit setiap hari. Padahal, setiap empat menit ada Shinkansen yang diberangkatkan dari setiap stasiun di seluruh Jepang.

Menurut Izumi, proyek pembangunan Shinkansen yang ditawarkan Jepang bernilai 700 miliar yen. Sekitar 75 persen dari proyek itu didanai oleh Jepang dengan tenggang waktu 40 tahun dan grace period 10 tahun. Tingkat bunga yang dikenakan hanya 0,1 persen.

Belum pernah Pemerintah Jepang menawarkan proyek dengan bunga serendah itu. Tawaran diberikan karena Jepang ingin menjadikan model pembangunan Shinkansen di Asia.

Menurut Senior Managing Director Japan Bank for International Cooperation Tadashi Maeda, pembangunan kereta api cepat Jakarta-Bandung akan sangat menguntungkan Indonesia. Apabila proyek bisa dimulai 2016, maka uji coba bisa dilaksanakan 2019 untuk kemudian berjalan penuh 2021.

Dengan perkiraan 44 ribu penumpang setiap hari dan harga tiket Rp200 ribu, maka Shinkansen Jakarta-Bandung akan mampu mengembalikan investasi yang ditanamkan.

Izumi menambahkan keuntungan yang didapat Indonesia adalah peningkatan kualitas SDM dalam perkeretaapian serta alih teknologi. Jepang berkomitmen bahwa 50 persen kebutuhan akan dipasok oleh industri dalam negeri di Indonesia. Bahkan 270 miliar dari investasi awal akan diberikan kepada pengusaha Indonesia.

Mendag mengatakan, penawaran Jepang pantas untuk diperhatikan. Apalagi jika industri penunjang dalam negeri diberi kesempatan untuk berkembang. Pengalaman Jepang dalam perkeretaapian pantas menjadi pembelajaran dalam membangun sistem transpotasi di Indonesia.


(AHL)