Jadi Justice Collabolator, Tuntutan Gerry Bisa Diringankan

Damar Iradat    •    Selasa, 04 Aug 2015 19:55 WIB
kpk tangkap hakim ptun
Jadi <i>Justice Collabolator</i>, Tuntutan Gerry Bisa Diringankan
Plt Pimpinan KPK Johan Budi--Foto: MI/Rommy Pujianto

Metrotvnews.com, Jakarta: Niatan Muhammad Yagari Basthara Guntur alias Gerry, anak buah pengacara senior Otto Cornelis Kaligis, menjadi justice collabolator ditanggapi positif Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Boleh jadi tuntutan untuk Gerry diringankan.

Gerry adalah salah satu tersangka yang dicokok KPK dalam operasi tangkap tangan di Medan, Sumatra Utara. Anak buah Kaligis itu dicokok usai menyerahkan besel kepada Ketua Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Medan Tripeni Irianto.

"Jadi gini, ada putusan bersama waktu itu, apa itu dari LPSK, Kejaksaan, Kepolisian, kemudian juga Kemenkumham. Nah, kalau domain KPK, ya berkaitan dengan penyelidikan, penyidikan, dan penuntutan," terang Plt Pimpinan KPK Johan Budi di Balai Kartini, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Selasa (4/8/2015).

Menurut Johan, peluang Gerry untuk mendapat keringanan tuntutan bisa terwujud dengan cara jadi justice collabolator. "Kita lihat dulu, benar enggak seperti yang disampaikan. Hal ini juga sudah dirapatkan di bidang penindakan," kata dia.

Gerry disebut-sebut hanya kurir Kaligis. Hal itu diperkuat lewat rekaman hasil sadapan antara Gerry dan Evy Susanti, istri kedua Gubernur nonaktif Sumut Gatot Pujo Nugroho.

Gerry ditugaskan menyerahkan duit supaya gugatan Ahmad Fuad Lubis terhadap Kejaksaan Tinggi yang menyidik kasus Dana Bantuan Sosial dan Bantuan Daerah Bawahan (BDB) Sumut tahun anggaran 2012 dan 2013 bisa menang. Suap diberikan supaya nama Gatot tak tersentuh kasus korupsi tersebut.


(MBM)