Pilkada Surabaya 2015

Pengamat: Pilkada Ditunda, Bentuk Kegagalan Komunikasi Politik

Amaluddin    •    Selasa, 04 Aug 2015 20:04 WIB
pilkada serentak
Pengamat: Pilkada Ditunda, Bentuk Kegagalan Komunikasi Politik
Ilustrasi pilkada, Metrotvnews.com

Metrotvnews.com, Surabaya: Penundaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Surabaya, Jawa Timur, hingga 2017 menjadi pembelajaran. Pengamat menganggap penundaan itu sebagai bentuk komunikasi politik yang gagal antarpartai.

"Tidak ada partai politik yang menjalin komunikasi baik dengan wali kota untuk membahas persoalan Pilkada untuk mengantisipasi hal-hal yang awalnya tidak diduga seperti sekarang, yakni calon tunggal," kata pengamat komunikasi politik Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Suko Widodo, Selasa (4/8/2015).

Menjadi calon pemimpin, kata Suko, tidak mudah. Sosoknya pun tak boleh jumawa meski elektabilitas dan popularitasnya tinggi. Namun, calon pemimpin harus dapat menjalin komunikasi dengan partai politik.

"Karena menjalankan roda pemerintahan tidak bisa seorang diri, tapi harus bersama DPR dan berkomunikasi dengan partai politik di Surabaya. Secara hubungan dengan parpol Risma masih kurang, bahkan terlihat jelas bagaimana hubungannya dengan partai pengusungnya sendiri dulu," tutur Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Unair itu.

Suko mencontohkan Gubernur Jawa Timur Soekarwo. Suko menilai Soekarwo mampu merangkul pimpinan parpol yang ada di wilayahnya.

"Soekarwo sebagai ketua partai, tapi dia bisa menempatkan posisinya. Atas nama gubernur, dia mengundang rutin semua pimpinan parpol untuk bersilaturahim dan membahas persoalan di wilayahnya. Masukan dari parpol akan sangat membantu," tandasnya.
 


(RRN)