Pemerintah Waspadai Penyelundupan Barang Melalui Pelabuhan Tikus

Wandi Yusuf    •    Selasa, 04 Aug 2015 22:09 WIB
penyelundupan
Pemerintah Waspadai Penyelundupan Barang Melalui Pelabuhan Tikus
Kapal tanker berisi semen yang diduga akan diselundupkan. Kapal itu ditinggalkan ABK-nya di tengah laut. Foto: Bakamla

Metrotvnews.com, Jakarta: Terjadi pergeseran pelanggaran di laut saat ini. Ketika pencurian ikan dan penyelundupan manusia sudah berkurang, kali ini banyak kapal yang mencoba menyelundupkan barang dari luar negeri ke Indonesia melalui pelabuhan tikus atau pelabuhan kecil.

Badan Keamanan Laut (Bakamla) sudah berkali-kali mengendus penyelundupan barang ini. "Paling banyak (kapal barang) di Laut Sulawesi dekat Makassar," kata Sekretaris Utama Bakamla Laksamana (Maritim) Dicky R Munaf, di Jakarta, Selasa (4/8/2015).

Menurut dia, kapal barang ilegal tersebut mengincar wilayah perairan tengah Indonesia dengan alasan lebih aman karena petugas yang berpatroli tak banyak. Kapal biasanya tak bersandar di pelabuhan, melainkan berhenti sekitar lima mil dari pelabuhan kemudian barang diangkut menggunakan kapal kecil.

"Barang ilegal itu tentu akan mengurangi pemasukan negara karena tanpa pajak. Kami juga khawatir jika barang yang dibawa membahayakan," kata Dicky.

Dia tidak memungkiri barang yang ada di kapal itu berasal dari Tiongkok untuk dipasarkan di Indonesia dengan harga murah. Kalau hal itu dibiarkan, maka bisa membunuh industri rumah tangga, lantaran kalah bersaing harga.

"Banyak kapal barang ilegal. Bukan ilegal dalam arti berbahaya. Kalau bawa barang mainan, misalnya, Indonesia dibanjiri mainan luar, produk dalam negeri bisa habis," kata Dicky.

Bakamla, kata dia, terus berupaya menegakkan hukum di perairan Indonesia dengan menggandeng pemangku kepentingan terkait, seperti Polri, TNI Angkatan Laut, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Imigrasi, hingga Bea dan Cukai.


(UWA)