BPS: Tumbuh 4,67%, Ekonomi RI Triwulan II Melambat

Dian Ihsan Siregar    •    Rabu, 05 Aug 2015 11:39 WIB
ekonomi indonesia
BPS: Tumbuh 4,67%, Ekonomi RI Triwulan II Melambat
Kepala BPS Suryamin saat membacakan ekonomi kuartal II. FOTO: MTVN/Dian Ihsan Siregar

Metrotvnews.com, Jakarta: Badan Pusat Statistik (BPS( mencatat ekonomi Indonesia triwulan II-2015 terhadap triwulan II-2014 (y-on-y) tumbuh 4,67 persen. Jumlah tersebut melambat dibanding capaian triwulan II-2014 yang tumbuh 5,03 persen dan triwulan I-2015 yang tumbuh 4,72 persen.

"Perekonomian Indonesia yang diukur berdasarkan besaran Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku triwulan II-2015 mencapai Rp2.866,9 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp2.239,3 triliun," ujar Kepala BPS Suryamin, saat konferensi pers, di Gedung BPS, Jakarta, Rabu (5/8/2015).

Sementara dari sisi produksi, pertumbuhan didorong oleh hampir semua lapangan usaha, di mana pertumbuhan tertinggi dicapai Jasa Pendidikan yang tumbuh 12,16 persen. Sedangkan dari sisi pengeluaran didukung oleh hampir semua komponen dengan pertumbuhan tertinggi dicapai Komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga yang tumbuh 4,97 persen.

Suryamin menambahkan, ekonomi Indonesia triwulan II-2015 terhadap triwulan sebelumnya tumbuh 3,78 persen (q-to-q). Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi pada Lapangan Usaha Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan sebesar 10,09 persen, sedangkan dari sisi Pengeluaran pada Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah sebesar 32,17 persen.

Adapun pertumbuhan ekonomi Indonesia semester I-2015 (c-to-c) tumbuh 4,70 persen. Dari sisi produksi, pertumbuhan didorong oleh semua lapangan usaha kecuali Pertambangan dan Penggalian yang mengalami penurunan sebesar 3,58 persen. Sedangkan dari sisi pengeluaran didorong oleh Komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga yang tumbuh 4,99 persen.

"Struktur ekonomi Indonesia secara spasial pada triwulan II-2015 didominasi oleh kelompok provinsi di Pulau Jawa dan Pulau Sumatera. Kelompok provinsi di Pulau Jawa memberikan kontribusi terbesar terhadap Produk Domestik Bruto, yakni sebesar 58,35 persen, diikuti oleh Pulau Sumatera sebesar 22,31 persen, dan Pulau Kalimantan 8,22 persen," pungkas dia.


(AHL)