Mendag Lepas Ekspor Sulsel di 7 Sektor Rp1,2 triliun

Eko Nordiansyah    •    Rabu, 05 Aug 2015 12:25 WIB
eksporkementerian perdagangan
Mendag Lepas Ekspor Sulsel di 7 Sektor Rp1,2 triliun
Menteri Perdagangan Rachmat Gobel (MI/PANCA SYURKANI)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah provinsi (Pemprov) diminta siap menghadapi era pasar bebas sebagai peluang untuk menggali komoditas ekspor potensial di daerah demi meningkatkan ekspor nasional. Terlebih, momentum Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) sebagai pasar tunggal ASEAN segera diimplementasikan di awal 2016.

Untuk itu, Menteri Perdagangan (Mendag) Rachmat Gobel mengapresiasi terobosan kreatif yang dilakukan Sulawesi Selatan (Sulsel) yang giat menggali potensi ekspor lewat Gerakan Peningkatan Ekspor Sulsel Tiga Kali Lipat dan Gerakan Sulsel ber-SNI.

"Berkreasilah demi peningkatan ekspor. Daerah-daerah di Indonesia jangan hanya menunggu arahan pusat, tapi juga harus mampu menangkap setiap peluang yang ada agar lebih berdaya saing di tengah perlambatan ekonomi ini," ujar Mendag, saat mendampingi pelepasan ekspor Presiden Joko Widodo (Jokowi), di Pelabuhan Soekarno Hatta, Makassar, seperti diberitakan Rabu (5/8/2015).

Gerakan Peningkatan Ekspor Sulsel Tiga Kali Lipat dan Gerakan Sulsel ber-SNI secara resmi dicanangkan oleh Presiden Jokowi. Sebanyak 333 kontainer berisi 27 komoditas ekspor unggulan Provinsi Sulsel dilepaskan ke 24 negara tujuan. Ekspor tersebut melibatkan tujuh sektor dengan nilai Rp1,2 triliun.

Bahkan, salah satu komoditas yang tidak dipikirkan di sejumlah daerah tapi justru disiapkan di Sulsel adalah dedak gandum dan telur ikan terbang. "Siapa sangka dedak gandum dan telur ikan terbang dapat diekspor? Daerah lain harus contoh itu. Gali dan temukan potensi komoditas masing-masing agar dapat bernilai tambah dan berdaya saing," lanjut dia.

Komoditas yang diekspor antara lain ikan tuna beku, kepiting, gurita beku, ikan segar, kakao liqueur, bubuk kakao, kopi, kakao, buah markisa, jagung, butsudan (dupa), kayu olahan, rumput laut, karet, minyak mete, kulit mete, mete kupas, tepung terigu, dedak gandum, kulit reptil, semen, nikel, marmer, ikan hidup, dan telur ikan terbang.

Sebanyak 24 negara yang menjadi tujuan pasar ekspor tersebut adalah Amerika Serikat, Jepang, Korea Selatan, Italia, Puerto Rico, Jerman, Australia, Malaysia, Singapura, Hong Kong, Filipina, Inggris, Taiwan, Republik Rakyat Tiongkok, Israel, Polandia, Denmark, Uni Emirat Arab, Kuwait, Saudi Arabia, Ukraina, Spanyol, Vietnam, dan Timor Leste.


(ABD)