Menteri ESDM Tandatangani Amandemen Sepuluh PKP2B

Gervin Nathaniel Purba    •    Rabu, 05 Aug 2015 12:30 WIB
batu barakementerian esdm
Menteri ESDM Tandatangani Amandemen Sepuluh PKP2B
Menteri ESDM Sudirman Said (ANTARA FOTO/Reno Esnir)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melakukan penandatanganan amandemen 10 Perjanjian Kerja Sama Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) di Ditjen Mineral dan Batubara. Penandatanganan ini merupakan komitmen pemerintah guna mengoptimalkan kegiatan usaha hilirisasi mineral dan batu bara.

Penandatanganan yang dilakukan Menteri ESDM Sudirman Said ini dilakukan sebagai komitmen pemerintah untuk memenuhi salah satu amanat Undang-Undang (UU) Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara untuk melakukan renegosiasi terhadap Kontrak Karya (KK) dan PKP2B.

"Penandatangangan 10 amandemen PKP2B yang baru saja dilaksanakan merupakan langkah konkret pelaksanaan amanat UU Nomor 4 Tahun 2009 dengan harapan momen ini dapat diikuti KK dan PKP2B lainnya untuk mempercepat proses negosiasi dan menandatangani amandemen," ujar Sudirma, ditemui di Aula Gedung C Ditjen Mineral dan Batubara, Jakarta, Rabu (5/8/2015).

Sudirman mengungkapkan manfaat dari amandamen ini adalah penciutan wilayah KK dan PKP2B dapat dijadikan Wilayah Pencadangan Negara (WPN) sebagai cadangan strategis nasional. Di sisi lain, peningkatan nilai tambah yang optimal sehingga kegiatan usaha hilirisasi mineral dan batubara tercapai asas keekonomiannya dan menjadi lebih kompetitif terhadap pasar global.

"Peningkatan nilai tambah sehingga kegiatan usaha hilirisasi mineral dan batubara tercapai asas keekonomiannya dan menjadi lebih kompetitif terhadap pasar global," kata Sudirman. 

Adapun dengan terwujudnya komitmen 10 perusahaan PKP2B untuk mengutamakan pemanfaatan tenaga kerja, barang dan jasa nasional yang akan meningkatkan kapasitas dan penguasaan teknologi. "Mengutamakan pemanfaatan tenaga kerja, barang dan jasa nasional yang akan meningkatkan kapasitas dan penguasaan teknologi," pungkasnya.


(ABD)