Masuk SMA Negeri Depok, Orang Tua Murid `Dipalak` Kepsek Rp5 Juta

Kisar Rajaguguk    •    Rabu, 05 Aug 2015 13:29 WIB
pendidikan
Masuk SMA Negeri Depok, Orang Tua Murid `Dipalak` Kepsek Rp5 Juta
Ilustasi Spanduk Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) terpasang di SMA Negeri Depok. (Foto: MI/Bary Fatahilah)

Metrotvnews.com, Depok:  Sejumlah orang tua murid kecewa diwajibkan menyetor duit antara Rp3 juta – Rp5 juta ketika mendaftar ulang. Padahal, anak mereka diterima di salah satu SMA negeri di Depok. Akal-akalannya, duit untuk biaya penerimaan peserta didik baru (PPDB).
 
Menurut salah satu orang tua murid, kepala sekolah memanggil satu per satu walimurid ke ruangannya. “Alasannya untuk ini, untuk itu, pokoknya banyak. Katanya bagian dari penerimaan peserta didik baru,” kata salah satu orang tua murid kepada Media Indonesia, Selasa (5/8/2015).
 
Duit `setoran` tak boleh telat atau dicicil. Sang kepsek menyilakan orang tua murid yang tak sanggup menyediakan uang saat itu juga mencari sekolah lain.
 
“Uang diminta disetorkan hari itu jika tidak, anak tak diterima. Dengan berat hati, orang tua merogoh kocek. Bahkan ada orang tua sampai menggadaikan perhiasan agar anaknya diterima sekolah,” katanya.
 
Ketua Komisi Pemerintahan DPRD Kota Depok Nurhasyim mengatakan, Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok Hery Pansila harus mengganti seluruh kepala sekolah di Kota Depok, mulai jenjang SDN, hingga SMAN. “Mereka terindikasi menarik pungutan tak wajar kepada orang tua siswa. Mereka harus dipecat,” tegas Nurhasyim.
 
Menurutnya, jika hanya teguran lisan atau tertulis, kepala sekolah tak akan jera dan tetap melakukan pungutan yang dapat menghancurkan masa depan pendidikan di Depok. Selain itu, orang tua siswa akan terbebani.
 
“Masih banyak guru yang tingkat kejujurannya dan berkemampuan lebih baik, itu saja diangkat jadi kepala sekolah,” ujarnya.
 


(FZN)