Diaspora, Peluang Besar Indonesia Unjuk Gigi di Kancah Global

Fajar Nugraha    •    Rabu, 05 Aug 2015 13:47 WIB
diaspora indonesia
Diaspora, Peluang Besar Indonesia Unjuk Gigi di Kancah Global
Pelaksanaan Kongres Indonesia Diaspora (Foto: dok.CID)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kongres Indonesia Diaspora akan berlangsung di Jakarta pada 12-14 Agustus 2015. Kongres ini membuka peluang untuk tujuh juta warga diaspora Indonesia melakukan interaksi.

Dibentuk 2012, Kongres Indonesia Diaspora memberikan fasilitas kepada berbagai kalangan. Baik itu kalangan pemerintahan, parlemen maupun swasta.

"Secara umum, sampai kemarin (4/8/2015) yang sudah mendaftar secara online mencapai 800 orang. Tetapi jumlahnya bisa jauh lebih banyak saat mendaftar di lokasi," ujar staf ahli bidang Ekonomi, Sosial dan Budaya Kementerian Luar Negeri M.Wahid Supriyadi di Kantor Kemenlu, Jakarta, Rabu (5/8/2015).

Wahid mencontohkan pelaksanaan Kongres Diaspora kedua di Los Angeles, yang dihadiri oleh hampir 6.000 peserta. Diharapkan pelaksanaan kongres tahun ini bisa lebih banyak lagi pesertanya.

Untuk Kongres Diaspora Indonesia 2015, ada peningkatan dari segi chapter. Pada 2012 ada sekita 50 chapter yang turut serta, sementara pada saat ini dilaporkan ada 75 chapter diaspora Indonesia yang turut serta dari 44 negara.

"Jadi dari segi organisasi sudah berkembang," lanjut Wahid.

Dengan mengangkat tema Diaspora Bakti Bangsa, pelaksanaan kongres tahun ini diselaraskan dengan perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-70. Para diaspora juga secara resmi melakukan kegiatan pulang kampung.

Sementara Ketua Diaspora Global Indonesia Muhamad Al Arif melihat kongres ini menjadi wadah pembuktikan untuk berbakti kepada bangsa.

"Ini kesempatan kami untuk siapkan diri tentang bakti bagi bangsa agar kita bisa secara kolektif siapkan sumbangsih kita terhadap bangsa. Diaspora kita jumlahnya cukup besar. Jumlahnya mencapai juta juta orang di seluruh dunia. Suatu jumlah yang cukup besar kalau jadi provins ke-14 terbesar di Indonesa," ucap Al Arif.

Menurut Arif, ketangguhan diaspora Indonesia sudah teruji. Bagi Arif, diaspora Indonesia sudah terbiasa berkompetisi secara global. Apa yang ingin mereka lakukan adalah membangun koneksi dan membahas isu-isu sentral di berbagai topik dan membahas bersama-sama apa yang bisa diberikan diaspora kepada Indonesia.
 


(FJR)