Satgasus Polda Metro Bentuk Dua Tim Kerja Usut Kasus Dwelling Time

Meilikhah    •    Rabu, 05 Aug 2015 15:48 WIB
suap di kemendag
Satgasus Polda Metro Bentuk Dua Tim Kerja Usut Kasus <i>Dwelling Time</i>
Kapolda Metro Jaya Irjen Tito Karnavian. Foto: MI/Adam Dwi.

Metrotvnews.com, Jakarta: Penyidik Satuan Tugas Khusus Polda Metro Jaya membentuk dua tim kerja untuk mengusut kasus dugaan suap bongkat muat peti kemas (dwelling time) di Pelabuhan Tanjung Priok. Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Tito Karnavian mengatakan, kedua tim bertugas di dua bidang berbeda.

"Pertama mengembangkan kasus yang sudah ada, menangani kasus yang sudah ada menjadi berkas. Kedua, tim lidik kegiatannya melakukan penyelidikan untuk melihat kemungkinan potensi praktik yang sama di elemen lain di bidang preclearence, 18 kementerian/lembaga, dan kemudian di kegiatan custom clearence dan post clearence," kata Tito di Mapolda Metro Jaya, Rabu (5/8/2015).

Mantan Kapolda Papua itu mengatakan, sasaran utama penyidikan terkait perizinan impor kemudian dikembangkan ke hal lain. Namun dia tak memerinci hal lain apa saja yang akan disidik, baik dari Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan maupun di lokasi pelabuhan. 

Tito mengisyaratkan penyidik juga akan mendalami sistem kuota impor untuk mengetahui apakah praktik-praktik suap juga terjadi di sana. "Saya enggak akan komentar itu, tapi itu akan menjadi sasaran kita," jelas Tito.

Dia menjelaskan, instruksi pengusutan kasus suap dwelling time kepada penyidik satgas adalah berkas atau tersangka yang sudah diperiksa maupun ditahan terus dikorek untuk mendapatkan kemungkinan tersangka lain.

Soal modus operandi, lagi-lagi Tito enggan memerincinya. Sebab, kata dia, dua tim tengah bergerak dan tak mau kerja mereka terganggu dengan kebocoran-kebocoran informasi yang beredar. Saat ini, jumlah tim yang dikerahkan ada sekitar 100 lebih anggota.

Polda Metro Jaya telah menetapkan lima orang tersangka. Orang pertama ialah Musyafa, tenaga honorer di Ditjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan. Empat orang berikutnya adalah Dirjen Perdagangan Luar Negeri nonaktif Partogi Pangaribuan, Kasubdit Barang Modal Direktorat Impor Ditjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Imam Aryanta, perantara Mingkeng dan Lusia.


(DOR)