Ditangkap saat Idul Fitri, 10 WNI Dideportasi Arab Saudi

Fajar Nugraha    •    Rabu, 05 Aug 2015 15:57 WIB
wni
Ditangkap saat Idul Fitri, 10 WNI Dideportasi Arab Saudi
Foto: The Malaysia Insider

Metrotvnews.com, Jakarta: Sepuluh warga negara Indonesia (WNI) dideportasi dari Arab Saudi. Mereka sebelumnya ditangkap saat Idul Fitri.

Pada Selasa (4/8/2015) tim Perlindungan WNI KJRI Jeddah kembali bertemu dengan Ketua Tim Investigasi kasus ini di Makkah. Pertemuan tersebut menghasilkan beberapa keputusan.

"Investigator memutuskan untuk menutup berkas kasus terhadap 10 WNI anggota HIMPASS. Selanjutnya hari ini (5/8/2015) investigator akan menyampaikan kepada Kantor Kepolisian Masjidil Haram bahwa kasus sudah selesai dan agar kantor kepolisian masjidi haram segera berkoordinasi dengan Tarhil  (imigrasi) untuk proses deportasinya sesegera mungkin," sebut Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kemenlu Lalu Muhammad Iqbal, dalam keterangan tertulis yang diterima Metrotvnews.com, Rabu (5/8/2015).

Namun masih ada satu WNI yang ditahan sementara oleh pihak berwenang Arab Saudi. WNI yang masih ditahan itu adalah Zubair, yang masih akan didalami menunggu hasil tes kejiwaan. Beberapa pernyataan tambahannya kepada investigator dikhawatirkan akan mempersulit upaya pembebasan.

Iqbal menambahkan Tim KJRI akan terus mengawal proses ini. Khususnya deportasi terhadap 10 orang, agar dapat dilakukan secepat mungkin.

Menurut Iqbal ini hanya masalah perbedaan ijtihadiah mengenai 1 syawal yang juga terjadi di banyak negara Islam. "Karena itu mohon untuk dapat dibebaskan sehingga Pemerintah Indonesia dapat melakukan pembinaan terhadap mereka," sebutnya.

Adapun pihak penyelidik dapat memahami adanya perbedaan ijtihadiyah dimaksud. Karena itu pihaknya berencana akan memisahkan proses investigasi antara 10 orang anggota HIMPASS dengan pemimpinnya yaitu Zuber Amir Abdullah.


(FJR)