Rudi Sebut Waryono Urusi Duit Buat DPR Saat Rapat APBNP 2013

Renatha Swasty    •    Rabu, 05 Aug 2015 16:20 WIB
korupsi migas
Rudi Sebut Waryono Urusi Duit Buat DPR Saat Rapat APBNP 2013
Waryono Karno menyimak kesaksian Rudi Rubiandini di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (5/8/2015). Foto: Hafidz Mubarak A/Antara

Metrotvnews.com, Jakarta: Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Waryono Karno (kini mantan) disebut mengatur lalu lintas aliran uang dari SKK Migas ke Komisi VII DPR. Selain urusan teknis, Waryono juga rajin menangani urusan nonteknis, seperti distribusi uang untuk para legislator saat DPR rapat dengan Kementerian ESDM.

Hal ini dibeberkan mantan Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini dalam sidang lanjutan buat terdakwa Waryono Karno di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta.

Rudi mulanya mengatakan, sebagai Sekjen Waryono kerap mengurus hal teknis dan nonteknis dalam rapat yang digelar antara Komisi VII dan Kementerian ESDM. Belakangan ketahuan ada uang mengalir ke anggota DPR.

"Ada perlunya dana tadi kepada DPR, sehingga Pak Sekjen sebagai operator di situ wajib mengelola teknis dan nonteknis, semua dihandle," ujar Rudi di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (5/8/2015).

Hal teknis, kata Rudi, diurusi masing masing lembaga di bawah Kementerian ESDM seperti PGN, Pertamina, PLN dan SKK Migas. Urusan teknis itu berkaitan dengan kinerja masing-masing lembaga. Nantinya, kinerja akan disampaikan pada Waryono.

Sementara untuk urusan nonteknis lebih kepada uang untuk anggota DPR. "Yang nonteknis itu dilakukan Pak Sekjen, apa perlunya, berapa besarannya, saya enggak tahu. Ketika bersidang saya baru tahu sudah disiapkan amplop. Oh ternyata distribusinya begitu. Sebelumnya saya nggak tahu distribusinya semacam itu," kata Rudi.

Diketahui, jelang rapat APBNP antaran Komisi VII dengan Kementerian ESDM, Waryono meminta uang pada Rudi. Permintaan disanggupi Rudi dengan memberikan uang USD150 ribu. Uang kemudian diberikan Waryono pada Ketua Komisi VII DPR RI saat itu Sutan Bhatoegana.


(KRI)