Pertalite Geser 12% Konsumen Premium

Annisa ayu artanti    •    Rabu, 05 Aug 2015 16:22 WIB
pertalite
Pertalite Geser 12% Konsumen Premium
Petugas memeriksa Nosel dan selang Pertalite RON 90 di SPBU Coco, Abdul Muis, Jakarta. ANTARA FOTO/M AGUNG RAJASA

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Pertamina (Persero) mencatat kehadiran Bahan Bakar Minyak (BBM) Pertalite telah menggeser konsumen premium sebesar 12 persen.

Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto mengatakan pertalite telah mengeser pangsa pasar premium sebesar 12 persen. Ia juga menargetkan migrasi konsumen premium dan pertamax ke BBM dengan Research Octane Number (RON) 90 ini sekitar 30 persen sampai akhir 2015.

"Saat ini pertalite sudah memegang share sekitar 12 persen dari pasar kita secara total. Kalau kita liat trennya untuk Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang sudah ada pertalitenya, kira-kira migrasi sekitar 30 persen hingga akhir tahun ini," kata Dwi saat paparan kinerja semester I di Kantor Pusat Pertamina, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta, Rabu (5/8/2015).

Dwi mengatakan pertalite akan dievaluasi kembali dua bulan ke depan karena terkait dengan harga minyak dunia. "Nanti kita lihat barangkali di bulan depan akan ada evaluasi lagi, harga minyak dunia juga dilihat," ujar dia.

Sementara itu, di kesempatan yang sama, Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Ahmad Bambang mengatakan per 4 Agustus 2015, rata-rata konsumsi pertalite sudah tembus 4,5 kiloliter (kl) untuk setiap SPBU per hari.

Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Ahmad Bambang mengatakan, gambaran per 4 Agustus 2015 rata-rata konsumsi pertalite sudah tembus 4,5 kl. Sehingga secara persentase konsumsi pertalite naik 13,5 persen.

Sedangkan bila dicatat dari konsumsi premium dan pertamax yang beralih ke BBM yang dibanderol dengan harga Rp8.400 per liter ini, Ahmad menyebutkan konsumsi sudah turun 68,5 kl dan pertamax turun satu persen.

"Premium sudah turun di angka 68,5 kl. Yang pindah adalah mayoritas dari premium, dari pertamax sedikit hanya kurang dari satu persenan," pungkas Ahmad.


(AHL)