Konferensi Diaspora Indonesia Dihadiri Sutradara Film Nominasi Oscar

Fajar Nugraha    •    Rabu, 05 Aug 2015 17:10 WIB
diaspora indonesia
Konferensi Diaspora Indonesia Dihadiri Sutradara Film Nominasi Oscar
Livi Zheng dalam film nya Brush with Danger (Foto: Rotten Tomatoes)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pelaksanaan Konferensi Diaspora Indonesia akan berlangsung pada 12-14 Agustus 2015. Sutradara Indonesia yang sudah menembus Hollywood turut hadir dalam gelaran ini.

Livi Zheng adalah sutradara, produser dan aktris pemerang pengganti yang berpikrah di Hollywood. Perempuan kelahiran 3 April 1989 itu menyutradarai film Brush with Danger, yang masuk dalam jajaran nominasi Oscar.

"Livi Zheng merupakan sutradara Indonesia yang karyanya sudah menembus Hollywood," ujar Staf Ahli Bidang Ekonomi, Sosial, dan Budaya Kementerian Luar Negeri RI M. Wahid Supriyadi, di Ruang Palapa, Kantor Kemenlu, Rabu (5/8/2015).

Film Brush with Danger besutan perempuan yang sudah berkarir sebagai aktor pemeran pengganti sejak usia 15 tahun itu, bahkan sampai menembus pasar film Meksiko.

Namun pelaksanaan Kongres Diaspora Indonesia ini bukan hanya dihadiri oleh Livi Zheng. Tokoh keagamaan dan usaha juga turut hadir.

Di antaranya adalah Imam Masjid New York Shamsi Ali. Peran Shamsi sebagai komunikatir lintas agama di New York tidak diragukan lagi.

"Bahkan Imam Shamsi mendapatkan penghargaan dari otoritas di New York, termasuk Wali Kota (Michael) Bloomberg," lanjut Wahid.

Selain Livi Zheng dan Imam Shamsi, tokoh lain yang hadir dalam kongres ini antara lain pemegang 23 hak paten di teknologi informasi Swedia, Basuki Prayitno.

Kongres Diaspora Indonesia akan menjadi wadah bagi WNI yang sudah lama tinggal di luar negeri untuk berinteraksi dengan investor ataupun hanya sekedar silaturahmi. Meski dinilai agak telat, Wahid melihat fokus terhadap diaspora ini lebih baik dilakukan terlambat daripada tidak sama sekali mengingat potensinya yang besar.

Sementara menurut Ketua Diaspora Global Indonesia Muhammad Al Arif, pertemuan ini merupakan bentuk koneksi peope to people dan juga koneksi pengusaha antara business to business, ideas to ideas serta pada akhirnya hati ke hati. Diaspora ini dianggapnya sebagai upaya melakukan sinergi ke depan demi berbakti kepada bangsa.


(FJR)