Ahok Pusing Teknis Penerapan ERP

M Rodhi Aulia    •    Rabu, 05 Aug 2015 17:11 WIB
erp jakarta
Ahok Pusing Teknis Penerapan ERP
Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama (Ahok). Foto: Metrotvnews.com/M Rodhi Aulia.

Metrotvnews.com, Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama sudah lama mengungkapkan ide terkait pemberlakuan Electronic Road Pricing (ERP). Bahkan, pria yang akrab disapa Ahok ini sudah melakukan evaluasi uji coba ERP.

"Kita sudah selesai uji coba. Mau keluarkan surat," kata Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (5/8/2015).

Namun, Ahok masih pusing dengan berbagai kesiapan teknis lain. Di antaranya, standar ERP yang diberlakukan di Jakarta, pengadaan ERP secara massal, dan operatornya. Semula, Ahok ingin langsung menunjuk BUMD milik DKI sebagai operator.

"Kita pengen ERP, penugasannya kepada BUMD JakPro (PT Jakarta Propertindo). Tapi tidak ketemu dasar hukumnya. Kita mesti lelang, dan jangan sampai menang yang abal-abal. Dasar hukumnya harus disiapkan," ujar Ahok.

Ahok ingin proses lelang sesuai standar yang dipakai di Singapura. Alasannya, agar penerapan ERP lebih efisien dan efektif. 

"Standar saya adalah seperti proses lelangnya Singapura. Sehingga bisa mendapatkan barang terbaik. Kalau belum pernah dipakai di negara lain, saya tidak mau uji coba. Kalau uji coba, gagal, gimana? Jadi filosofi kita sama. Kalau uang terbatas, jangan beli barang yang baru-baru (belum teruji) dan jelek. Karena kita enggak mampu beli lagi. Kita beli barang yang sudah teruji," terang dia.

Di samping itu, Ahok juga masih memikirkan formula pembayaran yang akan diberlakukan ketika kendaraan melintasi ERP. Dia menginginkan pembayaran dapat disesuaikan dengan kondisi lalu lintas di ERP. 

"Saya menginginkan ERP untuk mengontrol volume jumlah kendaraan di sebuah jalan. Saya maunya kan gini, jumlah mobil yang lewat sedikit, saya turunin harganya. Kalau kebanyakan, saya naikin," papar dia.


(SAN)