Erry Dicecar 19 Pertanyaan Soal Bansos Sumut

Lukman Diah Sari    •    Rabu, 05 Aug 2015 17:14 WIB
kasus korupsi
Erry Dicecar 19 Pertanyaan Soal Bansos Sumut
Tengku Erry dan Gatot Pujo----Ant/Septrianda Perdana

Metrotvnews.com, Jakarta: Wakil Gubernur Sumatera Utara T. Erry Nuradi selesai menjalani periksaan di Kejaksaan Agung. Usai diperiksa, Erry mengaku dikorek 19 pertanyaan oleh penyidik Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Kejaksaan Agung.

"Ada 19 pertanyaan," kata Erry kepada wartawan di Kejaksaan Agung, Jalan Sultan Hasanuddin, Jakarta Selatan, Rabu (8/5/2015).

Erry diperiksa sejak pukul 09.55 WIB, dan selesai sekira pukul 16.25 WIB. Dia membeberkan, pertanyaan yang diajukan penyidik seputar kasus dugaan korupsi penyaluran dana bantuan sosial Provinsi Sumatera Utara tahun anggaran 2011-2013.

"Terkait bansos 2011, 2012, 2013. Ditanya kapan saya bertugas. Saya bertugas Juni 2013," jawabnya.

Erry menjelaskan, selama menjalankan tugasnya sebagai wakil Gubernur yang berfungsi salam pengawasan. Dia mengaku, sudah mendapati temuan-temuan janggal dalam penyaluran dana bansos tersebut. Yakni tidak adanya laporan pertanggungjawaban sekira Rp50 miliar dari beberapa lembaga.

Dia pun telah melakukan penindakan, dengan berkoordinasi dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) tuk menekan para lembaga yang belum memberikan laporan pertanggungjawaban.

"Bukan saya yang nyuratin. Itu SKPD. Yang akan diperiksa ya penerima-penerimanya. Lembaganya ada, atau jadi-jadian kan bisa juga kan. Sesuai penyidik," bebernya.

Erry mengungkap, dana bansos itu diterima sekira 233 lembaga. Dua ratusan lembaga itu telah disurati para SKPD untuk melaporkan pertanggungjawaban.

Diketahui, dari pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan didapat nilai Rp98 miliar dari saluran dana bansos yang belum dipertanggungjawabkan. Namun, setelah diverivikasi ulang dan pihak SKPD Sumut lakukan penekanan ke lembaga-lemaba, nilainya berkurang menjadi Rp50 milir. Kini, nilai Rp50 miliar itu belum bisa dipertanggungjawabkan hingga kini.


(TII)