Pertamina Klaim Penjualan Pertalite Bisa Tutup Kerugian Rp12 Triliun

Annisa ayu artanti    •    Rabu, 05 Aug 2015 18:15 WIB
pertamina
Pertamina Klaim Penjualan Pertalite Bisa Tutup Kerugian Rp12 Triliun
Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Pertamina (Persero) mengklaim penjualan Bahan Bakar Minyak (BBM) baru yakni pertalite dapat menutup kerugian sebesar Rp12 triliun akibat kesalahan strategi Pertamina yang telah menjual BBM jenis premium di bawah harga keekonomian.

Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto mengungkapkan meski harga BBM dengan kadar Research Octane Number (RON) 90 ini masih dijual dengan harga Rp8.400 per liter, tapi diyakini keuntungan dari penjualan BBM jenis pertalite akan mampu menutup kerugian Pertamina. Namun, tak dipungkiri saat ini penjualan pertalite belum memberikan keuntungan besar.

"Mungkin pada level sekarang kita belum bisa untung. Tapi paling tidak bisa kurangi kerugian (dari Pertamina) jual premium (yang tidak sesuai harga keekonomian)," kata Dwi, saat Paparan Kinerja Pertamina semester I-2015, di Gedung Pusat Pertamina, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta, Rabu (5/8/2015).

Dwi berharap, dengan kehadiran pertalite, nantinya akan ada pergeseran konsumsi yakni dari premium pindah ke pertalite. Bahkan, walau peminatnya masih belum banyak, Pertamina menargetkan akan ada pergeseran konsumsi premium ke pertalite di akhir 2015 ini, yakni sebanyak 30 persen.

Dari perpindahan itu, lanjut pria berambut putih ini, diharapkan dapat menutup kerugian yang dialami Pertamina sebanyak Rp 3 triliun. "Kalau asumsinya nanti yang pindah sampai 30 persen ke pertalite, kerugian kita bisa berkurang sampai Rp3 triliun," ungkap dia.

Sebagai informasi, perusahaan pelat merah ini mencatat kerugian sebesar Rp12 triliun karena penjualan BBM jenis premium dijual di bawah harga keekonomian. Per liter, premium dibanderol dengan harga Rp7.300 sampai Rp7.400 per liter. Sedangkan harga keekonomiannya adalah Rp8.300 per liter.


(ABD)