Menteri Agraria Terbitkan Instruksi Menteri Atasi Kekeringan

Wandi Yusuf    •    Rabu, 05 Aug 2015 18:45 WIB
kekeringan
Menteri Agraria Terbitkan Instruksi Menteri Atasi Kekeringan
Seorang petani berada di tengah-tengah lahan yang mengalami kekeringan di Tegal, Metrotv/ Bambang Mujiono

Metrotvnews.com, Jakarta: Mengatasi kekeringan, Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Badan Pertanahan Nasional (BPN) mengeluarkan instruksi menteri bernomor 5/Ins/VIII/2015 tentang Penyediaan Sumber Air di Atas Tanah Negara, Tanah Hak Guna Usaha atau Hak Guna Bangunan.

"Instruksi ini dikeluarkan untuk membantu masyarakat pada musim kemarau panjang ini, terutama dalam membantu menemukan sumber-sumber air bersih. Baik untuk keperluan rumah tangga maupun untuk kebutuhan masyarakat lainnya," kata Menteri ATR Ferry Mursyidan Baldan, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (5/8/2015).

Dalam instruksi tersebut Kepala BPN menugaskan seluruh kepala Kantor Wilayah BPN dan Kepala Kantor Pertanahan di Indonesia untuk mengidentifikasi dan menginventarisasi tanah negara yang memiliki sumber air untuk mengatasi masalah kelangkaan air pada musim kemarau.

Ferry meminta jajarannya melakukan koordinasi dengan pihak terkait, khususnya Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan atau dinas di bidang Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Kementerian ATR juga bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat atau dinas di bidang Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

"Termasuk pemegang Hak Guna Usaha dan Hak Guna Bangunan atau yang menguasai tanah negara. Mereka diminta menyiapkan tanah atau lahan dan melakukan pengeboran sebagai sumber air bagi masyarakat sekitar pada musim kemarau," papar politisi Partai NasDem itu.

Dalam situs Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), kemarin, diungkapkan Indonesia perlu waspada potensi kekeringan di berbagai wilayah. Sebab, cuaca panas akan terus menerjang Tanah Air hingga November 2015.

Penyebab panjangnya musim panas tersebut diakibatkan oleh El Nino berskala moderat hingga kuat dengan indeks berkisar 1,59 hingga 2,5 masih akan terjadi dengan peluang di atas 95 persen.

"Prediksi tersebut didasarkan pada tujuh model global dinamik dari berbagai lembaga riset iklim internasional. El Nino ini masih akan terus berlangsung hingga akhir 2015, namun dengan intensitas yang cenderung menurun," tulis LAPAN dalam situsnya.

Pernyataan yang diungkapkan oleh lembaga pemerintah nonkementerian itu tak mengada-ngada. Sebab potensi kekeringan tersebut berdasarkan hasil prediksi curah hujan musiman dari Model International Research Institute for Climate and Society (IRI).

Dipaparkan dalam hasil tersebut pada Juli hingga September peluang kekeringan mencapai 80 persen di seluruh pelosok Indonesia.

Namun, disebutkan kalau kekeringan tersebut akan berkurang sebanyak 40 persen pada periode Oktober hingga Desember di wilayah Sumatera dan Kalimantan. Akan tetapi, kekeringan ini akan terus berlanjut di Pulau Jawa dengan peluang antara 60 hingga 80 persen.


(RRN)