Ratusan Penolak AHWA 'Tersandera' di Tebu Ireng

Faishol Taselan    •    Rabu, 05 Aug 2015 21:40 WIB
muktamar nahdlatul ulama
Ratusan Penolak AHWA 'Tersandera' di Tebu Ireng
Suasana di halaman Pondok Pesantren Tebu Ireng, Rabu (5/8/2015) malam. Foto: MI/Faishol.

Metrotvnews.com, Jakarta: Suasana tegang terlihat di dalam halaman Pondok Pesantren Tebu Ireng Jombang. Ratusan peserta Muktamar NU ke 33 penolak AHWA 'tersandera' di pondok tersebut.

Setelah diputuskan agar tidak mengikuti sidang pleno memilih Rois Am PBNU di Arena Muktamar Alun-alun Jombang, sebagai bentuk penolakan hasil muktamar, peserta bertahan di dalam Gedung.  Situasi terlihat menegangkan di halaman pondok.

Untuk mengantisipasi agar peserta tidak keluar semua pintu gerbang ditutup. Mereka yang keluar maupun masuk diperiksa intensif dari anggota Banser. Tampak juga petugas kepolisian di halaman Pondok Pesantren Tebu Ireng, namun hanya bersifat pasif.

Bahkan, mereka yang masuk diperiksa. Bila tidak mengunakan id card langsung diperintahkan meninggalkan pondok. Peserta yang hendak keluar untuk mengambil SK kepengurusan ditempat mereka menginap harus meninggalkan id card ke petugas yang menjaga pintu.

"Silakan bapak boleh keluar tapi id card ditahan, jangan khawatir hilang. Nanti akan kita serahkan lagi kalau masuk," kata Zainal salah satu anggota Banser saat berdebat dengan peserta Muktamar yang hendak keluar pondok.

Ketatnya penjagaan ini untuk memastikan penolak AHWA tetap solid dan tidak ada yang meninggalkan lokasi pondok.


(DRI)