Pengamat: Rekomendasi Bawaslu Untuk Perpanjang Pendaftaran Pilkada Tak Berdasar

Surya Perkasa    •    Rabu, 05 Aug 2015 21:52 WIB
pilkada serentak
Pengamat: Rekomendasi Bawaslu Untuk Perpanjang Pendaftaran Pilkada Tak Berdasar
Seorang warga mencelupkan jarinya ke tinta usai memberikan hak suara dalam simulasi pemungutan dan penghitungan suara pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak di halaman Kantor Komisi Pemilihan Umum. Foto: Antara/Fanny Octavianus.

Metrotvnews.com, Jakarta: Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) merekomendasikan Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk memperpanjang waktu pendaftaran calon kepala daerah untuk akomodasi 7 daerah yang terancam batal ikut Pilkada. Komite Pemilihan Indonesia (TePI) menilai rekomendasi Bawaslu tersebut tidak berdasar.

"Saya menilai, tak ada kewenangan Bawaslu membuat rekomendasi seperti itu. Apa alasan Bawaslu mengeluarkan rekomendasi perpanjangan tahapan pencalonan. Saya tak melihat ada alasan untuk itu," kata Koordinator TePI Jeirry Sumampow lewat keterangan pers yang diterima media, Rabu (5/8/2015).

Rekomendasi tersebut bisa saja dikeluarkan bila KPU salah melakukan tahapan. Namun di 7 daerah yang terancam tak bisa ikut Pilkada ini, KPU telah menjalankan proses dengan tahapan yang sudah disusun.

Di seluruh daerah, KPU sudah membuka perpanjangan pendaftaran setelah 11 daerah hanya memiliki satu pasangan calon atau tak ada calon yang mendaftar. Apalagi setelah proses verifikasi, jumlah bertambah menjadi 15 daerah.

Setelah perpanjangan tahap pendaftaran seperti yang diatur dalam UU dan PKPU, jumlahnya berkurang. Namun, tetap masih ada 7 daerah yang hanya memiliki pasangan tunggal sebagai calon.

Karena alasan itu, Jeirry menilai KPU tak perlu mengikuti rekomendasi Bawaslu. Bila KPU mengakui ada kesalahan hal ini wajar saja diterima. Namun, karena tidak ada kesalahan yang dilakukan KPU, TePI menilai hal ini sebagai bentuk intervensi.

"Ini juga bisa dilihat sebagai intervensi Pemerintah kepada kerja kerja pengawasan yang dilakukan Bawaslu dan jajaran Panwas," tegas dia.

 


(DRI)