Gus Mus Mundur sebagai Rais Aam Syuriah PBNU

Nurul Hidayat    •    Kamis, 06 Aug 2015 09:44 WIB
muktamar nahdlatul ulama
Gus Mus Mundur sebagai Rais Aam Syuriah PBNU

Metrotvnews.com, Jombang:  Rais Aam biarlah diserahkan kepada salah satu dari Ahlul Hali wal Aqdi yang paling mendekati kriteria. Demikian salah satu kalimat yang dituliskan KH Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus) mengenai alasannya mundur setelah anggota tim Ahlul Halli Wal (Ahwa) memilihnya sebagai Rais Aam Syuriah Nahdlatul Ulama (NU).

KH Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus) secara resmi menyatakan mundur sebagai Rais Aam Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2015-2020. Surat resmi itu dibacakan Ketua Panitia Daerah Muktamar ke-33 NU Saifullah Yusuf (Gus Ipul).

"Ada titipan surat dari Mustofa Bisri yang pada intinya menyerahkan sepenuhnya keputasan Ahlu Hali Wal Aqdi (Ahwa) kepada anggota Ahwa untuk menentukan Rais Aam. Dan bila KH Mustofa Bisri masih tetap tak bersedia misalnya, penggantinya adalah KH Ma'ruf Amin," kata Gus Ipul saat membacakan hasil sidang Ahwa di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Rabu (5/8/2015) malam.

Sebelumnya, Ahwa atau 9 formatur yang diusulkan PWNU dan PCNU menetakan dan mengesahkan KH Ahmad Mustofa Bisri sebagai Rais Aam Syuriah PBNU. Sementara KH Ma'ruf Amin ditetapkan sebagai Wakil Rais Aam Syuriah PBNU. Ma'ruf Amin merupakan satu dari sembilan anggota Ahwa yang memilih Rais Aam Syuriah.

Selanjutnya setelah tepilih ketua umum PBNU dan terbentuknya tim formatur yang terdiri dari tujuh orang yakni Rais Aam terpilih, didampingi Ketua Terpilih berserta perwakilan dari Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Jambi, Papua dan Kalimantan Timur. Namun perwakilan dari Papua kemudian menyerahkan kuasannya kepada Nusron Wahid sebagai pengganti.

"Kami dari kepengurusan terbanyak dari indonesia timur menyerahkan kuasa formatur kepada Nusron Wahid selaku Ketua GP Ansor untuk mewakili," ungkap salah satu perwakilan dari Papua.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, KH Said Agil Sirodj terpilih menjadi Ketua umum PBNU masa Khidmat 2015- 2020 setalah berhasil unggul dari dua kandidat lainya, yakni KH Sholahuddin Wahid dan As'ad Ali.


(TTD)