Malaysia Airlines MH370

Kebenaran Lebih Baik Dibanding Ketidakpastian

Fajar Nugraha    •    Kamis, 06 Aug 2015 11:59 WIB
malaysia airlines
<i>Kebenaran Lebih Baik Dibanding Ketidakpastian</i>
Keluarga penumpang pesawat MH370 (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kementerian Luar Negeri Indonesia melakukan koordinasi dengan perwakilan Malaysia Airlines di Jakarta, terkait konfirmasi penemuan puing berasal dari MH370.

"Kita juga koordinasi dengan MAS (Malaysia Airlines) Jakarta. Kemlu menyampaikan simpati kepada keluarga. Kami memahami bahwa situasi ini menciptakan mixed feeling buat keluarga," sebut Direktu Perlindungan WNI dan BHI Kementerian Luar Negeri RI Lalu Muhammad Iqbal, dalam keterangan tertulis yang diterima Metrotvnews.com, Kamis (6/8/2015).

"Di satu sisi ini adalah physical evidence (bukti fisik) bahwa telah terjadi kecelakaan pesawat MH370, namun di sisi lain the naked truth is always better than uncertainty (kebenaran lebih baik dibandingkan ketidakpastian)," lanjutnya.

"Artinya sekarang keluarga benar-benar dapat mulai mengurus apa-apa yang memang menjadi hak mereka. Meskipun kita tahu bahwa apapun kompensasi yang akan mereka dapat tidak akan dapat menggantikan rasa kehilangan," tutur Iqbal.

Menurut Iqbal hingga saat ini kompensasi yang baru dibayar baru advance payment. Berbeda dengan kasus MH17, dalam kasus MH370 tidak jelas akadnya apakah kakau ternyata asuransi lebah besar sisanya akan dibayarkan.

Sebelumnya Perdana Menteri Malaysia Najib Razak mengumumkan bahwa puing yang ditemukan di Pulau Reunion, Prancis, merupakan bagian dari pesawat Malaysia Airlines MH370. Namun pihak penyelidik Prancis yang memeriksa puing berkata berbeda. Mereka hanya menyebutkan ada indikasi kuat bahwa bagian flaperon itu berasal dari MH370.

Ketidakpastian ini yang membuat pihak keluarga marah besar. Mereka mengecam pengumuman berbeda dari kedua belah pihak.

Pesawat Malaysia Airlines MH370 menghilang pada 8 Maret 2014, usai lepas landas dari Kuala Lumpur, menuju Beijing. 239 penumpang berada di dalam pesawat yang dinyatakan jatuh di Samudera Hindia tersebut.


(FJR)