Ekspor Kerajinan Bali ke Australia Stabil

Antara    •    Kamis, 06 Aug 2015 12:30 WIB
ekspor
Ekspor Kerajinan Bali ke Australia Stabil
ekspor (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)

Metrotvnews.com, Denpasar: Perdagangan aneka barang kerajinan bernilai seni buatan masyarakat Bali ke Australia cukup stabil dalam kurun waktu hingga pertengahan 2015, walau terjadi pergolakan politik antara pemerintah Australia-Indonesia.

"Pasca hukuman mati gembong narkotika asal Australia di Indonesia beberapa bulan lalu, tidak berpengaruh signifikan terhadap realisasi perdagangan aneka barang kerajinan buatan Bali ke negeri itu," kata Made Parsua, seorang pengusaha kerajinan di Gianyar Kamis (6/8/2015).

Pemerintahan boleh ribut-ribut, pascaeksekusi terpidana narkoba Andrew Chan dan Myuran Sukumaran, namun pesanan dari mitra kerjanya dari Australia terus datang  dan pengusaha daerah ini mampu memenuhi semua permintaan sesuai pesanan itu.

Sementara Badan Pusat Statistik (BPS) Bali mencatat realisasi perdagangan dan perolehan devisa nonmigas dari Australia cukup stabil yakni dari USD18,6 Juta selama Semester I-2014 menjadi hanya USD18,5 juta di semester I-2015.

“Ini artinya masyarakat Australia terutama para pengusahanya tidak terlalu menghiraukan permasalahan terhadap dua warganya yang dipidana mati akibat narkoba, benda haram yang dapat meracuni generasi muda antar kedua Negara,” kata Parsua.

Pengusaha dan eksportir Bali tetap melakukan kegiatannya melayani permintaan mitra usahanya dari Australia terhadap pesanan terutama dibidang perhiasan perak dipadukan emas, pakaian jadi, perabotan rumah tangga dan sebagainya.


(SAW)