Kampanye Negatif Sawit Rugikan Ekonomi Nasional

Antara    •    Kamis, 06 Aug 2015 12:45 WIB
kelapa sawit
Kampanye Negatif Sawit Rugikan Ekonomi Nasional
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)

Metrotvnews.com, Pekanbaru: Ketua Dewan Pengawas Badan Layanan Umum Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (CPO Fund) Rusman Heryawan menyatakan kampanye negatif tentang pengelolaan sawit sangat merugikan perekonomian nasional.

"Makanya kemudian menjadi tugas kami di Badan Layanan Umum Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit untuk mengimbanginya dengan kampanye-kampanye positif," kata Rusman, di Desa Kubang Jaya, Siak Hulu, Kampar, Kamis (6/8/2015).

Selama ini Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) asing, menurut dia, telah salah menilai sistem pengelolaan perkebunan kelapa sawit nasional yang katanya tidak baik untuk lingkungan. "Itu seperti ada kepentingan terselubung yang kemudian berdampak buruk pada perekonomian nasional," ungkapnya.

Dan yang terpenting, lanjut dia, adalah ada jaminan pengembangan lahan sawit ke depan hingga bisa menjadi 40 juta hektare (ha) pada beberapa tahun mendatang. Selanjutnya, ekspor minyak mentah (CPO) juga kian meningkat hingga di atas 25 juta ton ke atas dan ini akan jauh menguntungkan perekonomian dalam negeri.

"Terpenting lagi, bahwa akan ada kredit market di dalam negeri untuk menguatkan energi seperti pengembangan biofuel yang akan sangat luar biasa," jelasnya.

Ia mengatakan, jika ke depan Indonesia berhasil memproduksi 10 juta ton biofuel maka Indonesia akan mampu melepaskan ketergantungan terhadap energi fosil. "Paling tidak harus ada 50 persen dari kandungan solar adalah biofuel. Sekarang masih sekitar 10 persen dan bertahap akan 15 persen dan akan segera direalisasikan dalam waktu dekat," pungkasnya.


(ABD)