Pulau Karantina untuk Dukung Swasembada Daging

Kesturi Haryunani    •    Kamis, 06 Aug 2015 12:48 WIB
kementan adsimpor sapi
Pulau Karantina untuk Dukung Swasembada Daging
Aktivitas transaksi jual beli sapi saat hari buka pasar Hewan Manonjaya, Tasikmalaya, Jawa Barat -- ANT/Adeng Bustomi

Metrotvnews.com, Belitung: Pulau Naduk di Kabupaten Belitung, Provinsi Bangka Belitung, tengah disiapkan Kementerian Pertanian (Kementan) menjadi pulau karantina untuk sapi indukan impor. Pulau tersebut nantinya melaksanakan tindakan karantina terhadap hewan yang dimasukkan ke wilayah Indonesia dari negara berisiko tinggi, khususnya sapi.

"Dari Badan Karantina sudah melakukan kajian sejak tahun 2011 dalam rangka dukungan suksesnya kebutuhan swasembada daging sapi. Karena jika mengandalakan populasi di dalam negeri saja, maka itu akan lama," kata Kepala Pusat Karantina Hewan dan Keamanan Hayati Hewani, Badan Karantina Kementerian Pertanian, Sujarwanto, di Belitung, Rabu (5/8/2015).

Pulau Naduk memiliki luas sekitar 2.100 hektar. Pulau tak berpenghuni tersebut terletak di Selat Muendanau, sebelah timur Pulau Belitung.

"Ada sekitar 300 hektare dari keseluruhan luas Pulau Naduk berupa hutan bakau. Berapa jumlah yang nantinya digunakan sebagai instalasi pulau karantina, menunggu kajian amdal (analisis dampak lingkungan) terlebih dahulu," ujar Sujarwanto.

Menurutnya, di Pulau Naduk akan dibangun instalasi karantina berupa tempat untuk pemeliharaan, tempat pengamatan, tempat isolasi dan obeservasi, pelabuhan, tempat pemusnahan, pengolahan limbah, laboratorium pemeriksaan penyakit, tempat tinggal petugas, dan sarana untuk dukungan pemeliharan seperti lahan rumput. Selain itu juga akan ada pembangunan infastruktur jalan.

"Untuk itulah diperlukan kerjasama lintas kementerian. Nanti Kementan akan bertanggungjawab membangun instalasi karantina, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk infastrukturnya, Kementerian Perhubungan membangun dermaga, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral untuk pembangunan instalasi energi," terang Sujarwanto.

Kementan berharap, seluruh peraturan, kajian, dan perencanaan bisa diselesaikan tahun ini. Agar tahun depan bisa dimulai pembangunan fisik pulau karantina.

"Kapan pulau karantina bisa difungsikan, kita belum tahu. Semakin cepat, tentunya semakin baik," kata Sujarwanto.


(NIN)